Bagikan 👇

Timesnusantara.com – Kukar. Perubahan strategi pembinaan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) menjadi sorotan Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).

Keberhasilan sejumlah destinasi wisata berbasis desa membuktikan bahwa inisiatif warga menjadi faktor kunci keberlanjutan. Kini, Dispar Kukar memfokuskan peran sebagai fasilitator, bukan lagi penggerak utama pembentukan Pokdarwis.

“Yang berhasil itu biasanya karena tumbuh dari inisiatif masyarakatnya sendiri, kami tinggal memfasilitasi untuk pengembangannya,” ungkap M. Ridha Fatrianta, Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Wisata Dispar Kukar, belum lama ini.

Ia mencontohkan keberhasilan Pokdarwis Bekayuh Beumba Bebudaya dari Desa Pela sebagai bukti nyata pendekatan berbasis masyarakat. Kelompok ini mampu menjangkau pengakuan internasional karena masyarakatnya konsisten menjaga potensi lokal dan mengembangkan pariwisata dengan komitmen jangka panjang.

Hingga kini, terdapat 63 Pokdarwis di Kukar, angka tertinggi se-Kalimantan Timur. Namun, tidak semuanya aktif atau menunjukkan progres berarti. Menyadari kondisi tersebut, Dispar Kukar mulai mendorong agar inisiasi pembentukan kelompok berasal dari komunitas desa itu sendiri, bukan program top-down dari pemerintah.

“Dulu dinas yang menginisiasi pembentukan Pokdarwis, tapi sekarang kami serahkan kepada masyarakat agar ada komitmen dari awal. Kami hadir sebagai pendamping dan fasilitator,” jelas Ridha.

Pendekatan baru ini diyakini dapat menciptakan destinasi wisata yang berkelanjutan dan benar-benar menjadi bagian dari kehidupan warga lokal. Dengan warga sebagai pelaku utama, keberlangsungan program menjadi lebih terjamin karena berbasis pada kebutuhan nyata dan rasa memiliki.

Dispar Kukar juga tetap membuka peluang pendampingan bagi desa-desa yang memiliki potensi wisata namun belum memiliki Pokdarwis aktif. Dukungan diberikan dalam bentuk pelatihan, fasilitasi promosi, hingga bantuan peralatan jika diperlukan.

“Harapan kami, Pokdarwis bisa menjadi motor penggerak ekonomi desa, termasuk menghidupkan pelaku UMKM yang turut menopang daya tarik wisata,” pungkas Ridha.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *