Timesnusantara.com – Kukar. Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Dinas Pariwisata (Dispar Kukar) memastikan pembangunan wahana waterboom di Pulau Kumala akan terus dilanjutkan hingga selesai. Saat ini, progres proyek tersebut telah mencapai 70 persen dan ditargetkan rampung pada akhir 2025.
Plt Kepala Dispar Kukar, Arianto, menyatakan bahwa pembangunan waterboom merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk menjadikan Pulau Kumala sebagai destinasi wisata unggulan yang mampu menjawab ekspektasi masyarakat dan menarik wisatawan dari berbagai daerah.
“Di sana itu sudah dibangun waterboom. Ya, memang selesainya tahun ini baru kemarin 2024, itu 70 persen. Nanti kita akan lanjutkan lagi sampai selesai waterboom itu,” ujar Arianto, Selasa (3/6/2025).
Pulau Kumala sendiri tengah mengalami transformasi dengan berbagai pembenahan infrastruktur dan penambahan fasilitas baru sejak dua tahun terakhir. Di antaranya adalah perbaikan sistem penerangan, penyediaan sepeda santai, pasokan listrik, hingga pembangunan taman baru di sekitar patung naga, ikon Pulau Kumala.
Meski saat ini sedang terjadi rasionalisasi anggaran di berbagai sektor, Arianto menegaskan bahwa Dispar Kukar tetap berupaya memastikan pembangunan waterboom tidak terdampak. Proyek ini dianggap vital dalam strategi pengembangan pariwisata Kukar.
“Intinya waterboom tetap kita lanjutkan. Kita berharap tidak ada (pengaruhnya) dengan efisiensi. Ya, kita berharap tidak ada, seperti itu,” tegasnya.
Sebagai bentuk transparansi dan upaya menjawab keraguan publik, pihaknya berencana membuat dokumentasi langsung dari lokasi untuk menunjukkan progres terkini.
“Insya Allah nanti kita menjawab hal yang dipertanyakan banyak orang tentang Pulau Kumala. Karena kalau tidak ada halangan, nanti Senin kami akan buat video di sana, untuk menyampaikan apa yang sudah Dinas Pariwisata kerjakan di sana,” imbuhnya.
Pulau Kumala selama ini dikenal sebagai objek wisata potensial di tengah Sungai Mahakam. Dengan hadirnya waterboom, kawasan ini diharapkan semakin kompetitif dalam menarik kunjungan wisatawan dan menjadi lokomotif pertumbuhan sektor ekonomi kreatif di Kukar.
