Bagikan 👇

Timesnusantara.com – Kukar. Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Edi Damansyah, menegaskan bahwa tantangan kesehatan anak di Kukar tidak hanya terpusat pada stunting.

Ia menilai, sejumlah kasus lain seperti berat badan kurang, berat badan tidak naik, dan gizi kurang justru menjadi masalah yang lebih dominan dan perlu mendapatkan perhatian serius dari masyarakat dan pemerintah.

“Kondisinya yang lebih besar itu yang berpotensi. Ada yang berat badan kurang, berat badan tidak naik, gizinya kurang. Ini yang paling banyak terjadi,” ujar Edi Damansyah, baru-baru ini.

Edi menekankan bahwa penanganan terhadap stunting kerap dilakukan langsung oleh dokter spesialis anak.

Namun, ia mengingatkan bahwa masyarakat tidak boleh terpaku hanya pada satu terminologi stunting, karena potensi risiko dari masalah gizi lainnya pun sangat besar terhadap tumbuh kembang anak.

“Kalau berbicara stunting, jangan sampai mindset kita hanya terpaku pada itu. Padahal, ada juga yang berat badannya kurang, tidak bertambah. Potensinya seperti itu,” katanya.

Ia juga menegaskan bahwa program penanganan stunting yang telah berjalan dari tahun 2024 telah menunjukkan kinerja yang cukup baik. Namun, intervensi lanjutan tetap dibutuhkan agar anak-anak dengan risiko gizi buruk dapat dicegah sejak dini melalui pemberian makanan tambahan bergizi secara berkala.

“Program ini tetap menjadi prioritas. Pemberian makanan tambahan tetap dilaksanakan untuk menjaga anak-anak yang berpotensi mengalami masalah gizi,” jelasnya.

Edi menjelaskan bahwa meski angka penurunan stunting tidak terlihat signifikan, hal tersebut bukan karena programnya tidak berjalan, melainkan karena jumlah anak yang terindikasi stunting sebenarnya sudah relatif kecil.

Ia justru menggarisbawahi bahwa jumlah anak dengan masalah gizi seperti berat badan tidak bertambah dari bulan ke bulan jauh lebih besar dan harus menjadi fokus perhatian bersama, terutama di lingkungan keluarga dan komunitas.

“Jadi, bukan berarti penurunannya kecil sekali karena memang jumlah anak stunting tidak banyak. Yang lebih banyak itu anak-anak dengan berat badan tidak naik, berat badan tidak bertambah, dan gizi kurang,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *