Bagikan 👇

Timesnusantara.com – KUKAR. Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) resmi memulai tahapan penyusunan Rencana Induk Pengelolaan Keanekaragaman Hayati Daerah (RIP-Kehati) tahun 2025–2029. Kick Off Meeting kegiatan ini digelar di Ruang Bengkirai, Tenggarong, pada Kamis (17/7/2025), dan melibatkan sejumlah instansi lintas sektor, lembaga mitra, serta akademisi.

Dokumen RIP-Kehati disusun sebagai panduan utama pemerintah daerah dalam merancang kebijakan pelestarian lingkungan hidup secara menyeluruh dan berkelanjutan.

Sekretaris DLHK Kukar, Taufiq, mengatakan bahwa dokumen ini wajib disusun setiap lima tahun. Namun, pada tahun sebelumnya, penyusunan tertunda karena waktu yang terlalu sempit untuk riset lapangan akibat pergeseran anggaran ke perubahan APBD.

“Anggaran sebenarnya sudah tersedia sejak tahun lalu, tapi waktu hanya tersisa tiga bulan. Itu tidak cukup untuk melakukan penelitian menyeluruh. Karena itu, penyusunan RIP-Kehati dipindahkan ke tahun anggaran 2025,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, DLHK menggandeng organisasi internasional GIZ untuk membantu penyusunan dokumen melalui pendanaan bersama. Kolaborasi ini memperkuat pendekatan ilmiah dan partisipatif, karena GIZ menghadirkan tenaga ahli dari kalangan pegiat lingkungan, akademisi, hingga doktor dari sejumlah universitas ternama di Indonesia.

Penyusunan RIP-Kehati tidak hanya bertujuan untuk dokumentasi, tetapi menjadi dasar penting dalam mengarahkan program pembangunan daerah berbasis konservasi. Target penyelesaian dokumen ini adalah akhir tahun 2025, agar dapat digunakan dalam menyusun agenda lingkungan di tahun berikutnya.

“Dengan adanya RIP-Kehati, kita bisa memetakan tantangan dan peluang konservasi secara lebih akurat. Dokumen ini juga bisa jadi dasar kebijakan lintas sektor, bukan hanya urusan DLHK,” jelas Taufiq.

Karena itu, DLHK juga mengundang dinas teknis seperti Pertanian, Kehutanan, Perkebunan, Perikanan, hingga Pertanahan untuk terlibat aktif dalam proses penyusunan. Sinergi antarinstansi sangat diperlukan, sebab data dan informasi terkait biodiversitas tersebar di berbagai sektor.

Kick Off ini menjadi langkah awal bagi Pemkab Kukar dalam memperkuat komitmen menjaga kelestarian hayati di tengah tekanan pembangunan ekonomi. Dengan kerja sama yang erat antar-lembaga, penyusunan RIP-Kehati diharapkan menghasilkan kebijakan lingkungan yang tidak hanya kuat di atas kertas, tetapi berdampak nyata bagi masyarakat dan alam Kukar. (Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *