Bagikan 👇

Timesnusantara.com – KUKAR. Pemerintah Desa Segihan di Kecamatan Sebulu mulai menata ulang pendekatan ekonomi lokal dengan menjadikan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai instrumen utama dalam menjaga kesejahteraan petani.

Inisiatif ini diperkuat melalui rencana pembentukan koperasi desa pertama di wilayah tersebut, yang dirancang sebagai mitra strategis BUMDes.

Kepala Desa Segihan, Hendra Wahyudi, menyampaikan bahwa pihaknya kini tengah mengembangkan unit usaha baru bernama Rukun Sejahtera. Unit ini difokuskan untuk membeli gabah langsung dari petani dengan harapan mampu menciptakan harga yang stabil dan menguntungkan di tingkat desa.

“Petani selama ini masih menghadapi kesulitan saat menjual gabah. Karena itu, kami hadirkan solusi agar hasil panen bisa dibeli langsung dan tidak tergantung pada tengkulak,” jelas Hendra sapaan akrabnya, Senin (21/7/2025).

Unit usaha yang dibentuk di bawah BUMDes ini diharapkan menjadi fondasi ekonomi yang berdampak langsung bagi warga.

Sementara itu, BUMDes Segihan sendiri telah lebih dulu mengelola beberapa sektor seperti penyediaan sarana pertanian, jasa angkutan, hingga penyewaan perlengkapan acara.

Sejak tahun 2018, usaha desa tersebut mendapat dorongan dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar, termasuk dukungan dana Rp50 juta dari Kementerian Desa.

Dana tersebut digunakan untuk memperkuat layanan penyewaan kursi dan tenda yang kini menjadi salah satu sumber pendapatan aktif.

Melengkapi strategi tersebut, Pemerintah Desa Segihan juga sedang menyiapkan koperasi desa yang diberi nama Koperasi Merah Putih.

Pembentukan koperasi ini dilakukan atas dasar arahan dari Kementerian serta Dinas Koperasi, dan menjadi tonggak baru karena menjadi koperasi desa pertama di Kecamatan Sebulu.

“Koperasi ini akan memperkuat ekosistem ekonomi desa. Kami ingin koperasi dan BUMDes berjalan beriringan dalam membangun kemandirian warga,” ungkap Hendra.

Rancangannya tidak berhenti pada penyerapan hasil pertanian, tetapi juga menyasar pengadaan barang, jasa, serta sektor lain yang dapat menyerap tenaga kerja lokal dan memperluas perputaran ekonomi di desa.

Menurut Hendra, sinergi antara BUMDes dan koperasi bukan semata program, melainkan bentuk keberpihakan nyata terhadap masyarakat. Tujuannya jelas yakni menciptakan jalur usaha yang mampu berdampak langsung dan berkelanjutan bagi warga.

“Kami ingin potensi yang ada benar-benar dikelola dari, oleh, dan untuk masyarakat desa,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *