Bagikan 👇

Timesnusantara.com – KUKAR. Warga Kelurahan Maluhu, Kecamatan Tenggarong, mulai melihat peluang baru di sektor pertanian hortikultura.

Setelah bertahun-tahun bergantung pada sawah, mereka kini mengembangkan komoditas sayur pakcoy yang mulai menunjukkan hasil menggembirakan.

Langkah ini turut didukung Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) yang hadir memberikan bantuan sarana dan prasarana.

Panen perdana pakcoy belum lama ini menjadi momen penting. Dengan adanya pihak pemerintah Kabupaten yang juga turut ambil andil dalam memperkuat komitmen pemerintah untuk mendorong peningkatan produktivitas pertanian lokal.

Kelurahan Maluhu sendiri saat ini memiliki 13 gabungan kelompok tani (Gapoktan) yang seluruhnya telah mendapatkan bantuan benih, pupuk, hingga perlengkapan pertanian lainnya.

Lurah Maluhu, Tri Joko Kuncoro, menyebut perhatian Pemkab Kukar sangat berarti dalam memacu semangat petani. Ia berharap bantuan tersebut dapat berdampak nyata terhadap hasil panen dan ketahanan pangan di tingkat kelurahan.

“Kami berterima kasih kepada perhatian Pak Bupati atas bantuan pertanian di Maluhu, pastinya akan kami optimalkan produktivitas pertanian di Kelurahan Maluhu,” jelas Tri Joko saat diwawancarai media ini, pada Jumat (25/7/2025).

Namun, keberhasilan panen tidak lepas dari tantangan. Salah satu hambatan utama saat ini adalah gangguan dari kawanan monyet yang kerap merusak tanaman menjelang masa panen. Masalah ini dinilai cukup serius, mengingat dampaknya terhadap hasil produksi hortikultura.

Pihak kelurahan berencana menerapkan metode pencegahan yang tidak merusak keseimbangan alam, sekaligus menjaga kelestarian satwa liar di sekitar kawasan.

“Lahan pertanian perlu terus diawasi agar panen tidak berkurang drastis. Karena pembukaan lahan pertanian memang berdampak pada terganggunya ekosistem. Jadi mungkin kami akan menggunakan petasan atau anjing peliharaan untuk menakuti mereka,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *