Bagikan 👇

Timesnusantara.com – KUKAR – Pemerintah Kecamatan Loa Kulu terus mendorong sinergi antara pemerintah desa dan ketua RT untuk memaksimalkan berbagai program strategis yang disiapkan Pemkab Kutai Kartanegara.

Langkah ini diambil guna mempercepat pemerataan pembangunan dan meningkatkan kualitas pelayanan publik di tingkat lokal.

Camat Loa Kulu, Ardiansyah, mengingatkan pentingnya peran aktif aparatur desa dalam mengoptimalkan anggaran dan fasilitas dari pemerintah kabupaten.

Ia menyoroti capaian 15 desa di Loa Kulu yang telah berstatus sebagai Desa Mandiri.

“Hasil ini bukan hasil kerja satu pihak saja, tapi dari kerjasama yang berkelanjutan antara pemerintah desa dan pemerintah daerah,” ujarnya. Sabtu (26/7/2025).

Salah satu program yang dianggap memiliki peran besar dalam penguatan kelembagaan di tingkat bawah adalah Bantuan Keuangan Khusus Desa (BKKD) untuk RT.

Tahun ini, Pemkab Kukar telah menyalurkan dana sebesar Rp50 juta untuk setiap RT guna menunjang operasional dan kebersihan lingkungan.

Tak hanya itu, Ardiansyah juga mengungkapkan bahwa pada tahun anggaran 2026 mendatang, nilai BKKD RT akan meningkat signifikan menjadi Rp150 juta. Ia berharap penambahan ini diiringi dengan peningkatan kinerja para ketua RT dalam pengelolaan wilayah.

Dirinya menekankan pentingnya tanggung jawab dalam penggunaan dana operasional tersebut, terutama untuk menjaga kebersihan lingkungan. Penataan wilayah dinilai sebagai bagian penting dari upaya meningkatkan kenyamanan hidup masyarakat.

Pada kesempatan itu, Camat juga mengimbau agar kawasan permukiman lebih tertata dan tidak terkesan dibiarkan.

Ia menyebut bahwa kondisi seperti rumput liar di pinggir jalan menjadi cerminan dari kualitas tata kelola lingkungan.

Selain mendorong pemanfaatan program pemerintahan, Ardiansyah juga memberikan perhatian pada kegiatan berbasis budaya. Salah satunya adalah Festival Kampong Seraong yang diselenggarakan setiap tahun oleh Desa Jembayan Tengah.

Kegiatan tersebut dinilai memiliki dampak ekonomi yang nyata, terutama dalam mendukung pelaku UMKM lokal. Ia menyebut bahwa festival desa bisa menjadi motor penggerak kreativitas dan daya saing masyarakat.

“Ini bukan hanya acara budaya, tetapi bagian dari pemberdayaan ekonomi. Saya apresiasi kegiatan tahunan Desa Jembayan Tengah karena sudah sejalan dengan visi Bupati Kukar dalam membangun masyarakat sejahtera,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *