Bagikan 👇

Timesnusantara.com — Samarinda. Dukungan datang dari DPRD Kalimantan Timur terhadap langkah Pemerintah Kota Samarinda yang berencana membangun Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSA) di kawasan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sambutan. Proyek ini dipandang sebagai strategi menyeluruh untuk menjawab tantangan pengelolaan sampah sekaligus menghasilkan energi terbarukan.

Anggota Komisi III DPRD Kaltim, Subandi, menilai keberadaan PLTSA akan memberi dampak positif dalam menekan akumulasi sampah yang kian membebani TPA, seiring meningkatnya jumlah penduduk dan konsumsi masyarakat kota.

“Kalau dibiarkan, volume sampah terus bertambah tanpa solusi konkret. PLTSA ini bisa menjadi jalan keluar yang realistis,” ungkap Subandi, Sabtu (26/7/2025).

Tak hanya aspek lingkungan yang mendapat perhatian, menurutnya proyek ini juga menyimpan potensi nilai tambah di sektor energi. Listrik yang dihasilkan dari pembakaran sampah dinilai bisa dimanfaatkan oleh warga sekitar dan mendukung efisiensi energi dalam jangka panjang.

Ia juga menyinggung perlunya keterlibatan investor agar pembiayaan proyek tidak sepenuhnya dibebankan ke anggaran daerah.

“Memang investasinya besar, tapi dengan skema kerja sama yang melibatkan investor, bisa meringankan APBD. Ini investasi jangka panjang untuk kota,” jelas Subandi.

Sebagai informasi, pembangunan PLTSA direncanakan mulai digarap pada akhir tahun 2025. Beberapa perusahaan dari luar negeri seperti Malaysia dan Korea Selatan disebut telah menunjukkan minat untuk berinvestasi dalam proyek ini.

Meski begitu, Subandi mengingatkan bahwa keberhasilan proyek tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga partisipasi aktif warga dalam memilah sampah dari rumah tangga.

“Perlu ada upaya edukasi. Kalau masyarakat tak sadar untuk pisahkan sampah organik dan non-organik, maka teknologi sebagus apapun akan kesulitan bekerja maksimal,” katanya.

Diharapkan, PLTSA ini bukan hanya menjadi solusi jangka pendek, tetapi juga simbol kemajuan pengelolaan lingkungan perkotaan. Samarinda berpeluang menjadi kota pelopor dalam pengolahan sampah berbasis energi bersih di Indonesia.

“Masyarakat jangan hanya melihat ini sebagai proyek pembangunan biasa. Ini adalah masa depan kita bersama untuk hidup lebih bersih dan berkelanjutan,” tutupnya. (Adv/dprdkaltim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *