Timesnusantara.com — Samarinda. Kerusakan parah kembali melanda akses vital yang menghubungkan Jalan Merdeka Timur dengan simpang Jalan Damai di Kecamatan Samarinda Ilir.
Jalur yang oleh warga kerap dijuluki Jalan Kuburan Cina itu kini benar-benar terputus akibat longsor besar yang terjadi pada akhir 2024. Ironisnya, jalan tersebut baru saja mendapat perbaikan pada tahun sebelumnya setelah mengalami patahan serupa.
Bagi warga sekitar, jalan ini bukan sekadar akses alternatif, tetapi nadi penghubung dua kawasan padat aktivitas. Putusnya jalur membuat pergerakan warga terganggu dan memunculkan kekhawatiran serius, terlebih di musim hujan yang berpotensi memicu longsor susulan.
Menanggapi kondisi tersebut, Ahmad Sukamto, anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda, menyatakan akan segera membawa laporan resmi ke Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).
“Nanti akan saya laporkan ke PUPR. Itu juga daerah pemilihan saya, dan lokasinya berada di perbatasan. Jadi saya akan segera tindak lanjuti,” tegasnya, Minggu (10/8/2025).
Sukamto mengungkapkan bahwa PUPR sebenarnya telah menurunkan alat berat ke lokasi beberapa waktu lalu. Namun, hingga berita ini diturunkan, belum ada tanda dimulainya pekerjaan perbaikan.
“Kemarin memang sudah ada alat berat dari PUPR ke lokasi. Tapi belum ada pekerjaan dimulai. Nanti akan saya tanyakan lagi,” ujarnya.
Kekhawatiran warga bertambah seiring hujan deras yang kerap mengguyur Samarinda belakangan ini.
Ia mengingatkan, kerusakan yang dibiarkan berlarut-larut dapat memperburuk kondisi tebing dan memutus akses lebih jauh.
“Sampai sekarang belum dikerjakan. Saya juga belum mendapat informasi lanjutan. Apalagi kalau hujan terus seperti ini, bisa saja longsor makin parah,” katanya.
Informasi yang diterima Sukamto dari Ketua RT 74 di kawasan Jalan Merdeka menyebut longsoran bahkan sudah merambah hingga area pemakaman yang berada tak jauh dari badan jalan. Kondisi ini memperbesar risiko dan membuat warga semakin resah.
“Nanti saya akan tanyakan lebih lanjut ke PUPR. Saya dapat informasi dari Ketua RT 74 di Merdeka, katanya longsornya sampai ke area kuburan. Itu yang makin mengkhawatirkan,” tutupnya. (Adv/dprdsamarinda)
