Timesnusantara.com – KUKAR. Penutupan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-3 tingkat Kecamatan Kenohan tahun 2025 berlangsung meriah pada Rabu malam, 3 September 2025, di Desa Semayang.
Acara ini dihadiri oleh jajaran pemerintahan, tokoh masyarakat, serta para kafilah dari enam desa peserta.
Enam desa yang ikut serta yakni Desa Kahala, Kahala Ilir, Semayang, Teluk Muda, Tubuhan, dan Tuana Tuha. Persaingan berlangsung ketat, namun Desa Semayang berhasil keluar sebagai juara umum dengan perolehan 53 poin.
Posisi kedua ditempati Desa Kahala dengan 39 poin, disusul Desa Teluk Muda dengan 20 poin, Desa Tuana Tuha 15 poin, Desa Kahala Ilir 3 poin, dan Desa Tubuhan 1 poin.
Sebagai bentuk penghargaan, Camat Kenohan Kaspul menyerahkan langsung piala bergilir dan piala tetap kepada Kepala Desa Semayang, Isra. Prosesi penyerahan berlangsung khidmat dengan didampingi Ketua Panitia Pelaksana MTQ ke-3, Juharni, serta disaksikan ratusan undangan yang hadir.
Camat Kenohan menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta atas partisipasi mereka, serta memberikan ucapan selamat khusus kepada Desa Semayang yang berhasil menjadi juara umum. Ia juga secara resmi menutup seluruh rangkaian kegiatan MTQ.
Kata Kaspul secara kualitas peserta dari tahun ke tahun cukup menjanjikan. Bahkan, ia yakin beberapa di antaranya mampu melaju hingga ke tingkat nasional.
“Kalau melihat penampilan mereka, saya optimis bisa sampai nasional. Ada satu kafilah yang benar-benar luar biasa. Ini menjadi harapan besar bagi Kenohan,” ucapnya saat dikonfirmasi via telepon pada Kamis (4/9/2025) siang.
Kaspul mengungkapkan, para juara MTQ tingkat kecamatan nantinya akan dipersiapkan secara khusus untuk mengikuti ajang MTQ Kabupaten Kukar. Dari situ, seleksi akan berlanjut ke tingkat provinsi dan nasional.
“Ini proses panjang, tapi dengan pembinaan yang baik, Insya Allah bisa,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa prestasi tidak hanya diukur dari gelar juara, tetapi juga dari kesungguhan dari para peserta dalam mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an di kehidupan sehari-hari.
“Yang utama adalah menjadikan mereka generasi Qurani, yang hidupnya dekat dengan Al-Qur’an. Kalau kemudian berprestasi, itu bonus,” katanya.
Kendati demikian, ia tetap menargetkan agar kecamatan Kenohan bisa memperbaiki peringkat di MTQ Kabupaten tahun ini.
“Dulu kita hanya di posisi 16 atau 17. Tahun lalu sudah naik ke 10 besar. Tahun ini mudah-mudahan bisa lebih baik lagi,” harapnya.
Dengan semangat dan dukungan dari masyarakat, Kaspul optimis Kenohan akan terus melahirkan qori dan qoriah terbaiknya.
“Ini bukan hanya soal lomba, tapi tentang membangun generasi Qurani yang akan menjadi kebanggaan daerah,” pungkasnya.
