Bagikan 👇

Timesnusantara.com – KUKAR. Sampah kini tidak lagi dipandang sebagai sebuah masalah, tetapi juga bisa menjadi peluang ekonomi bagi masyarakat.

Tageline tersebutlah yang saat ini coba diwujudkan melalui program JUMPAMU (Jemput Sampah Melayu).

Inovasi itu, diinisiasi oleh Kasi Pembangunan Kelurahan Melayu, Taufik Anwar, dalam kesempatan Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) Angkatan ke-24 Tahun 2025.

Program ini mengusung konsep tabungan sampah. Warga maupun pelajar dapat menabung sampah rumah tangga yang ditimbang, kemudian dikonversi menjadi nilai ekonomi. Plastik dihargai Rp700 per kilogram, sementara kertas Rp800 per kilogram.

“Lewat Jumpamu Start dan Jumpamu ke Sekolah, kami ingin mengajak masyarakat menjaga kebersihan lingkungan sekaligus mendapat manfaat ekonomi. Tidak hanya mengurangi pencemaran, tetapi juga menumbuhkan kepedulian dan gotong royong,” jelas Taufik. Jumat (5/9/2025).

Pada tahap awal, JUMPAMU akan dijalankan di beberapa sekolah mulai September 2025, seperti SDN 009, SDN 028, SMPN 03, dan MTs Al-Kautsar. Ke depan, kata Dia, cakupan program akan diperluas ke seluruh sekolah di Kelurahan Melayu.

Keterlibatan pelajar sejak dini diharapkan mampu membentuk karakter generasi muda yang peduli lingkungan. Dengan cara sederhana ini, anak-anak bisa belajar bahwa menjaga kebersihan membawa manfaat nyata bagi kehidupan.

Selain melibatkan pihak sekolah, JUMPAMU juga menyasar pada ranah rumah tangga. Dengan cara warga dapat mengumpulkan sampah rumah tangga untuk ditukarkan menjadi tabungan. Pola ini diyakini dapat menekan volume sampah sekaligus meningkatkan kesadaran bersama akan pentingnya lingkungan bersih.

“Tujuan akhirnya bukan semata-mata uang dari sampah, tetapi membangun budaya bersih dan peduli lingkungan,” tutur Taufik.

Program ini pun membuka ruang kolaborasi dengan sekolah, komunitas, hingga lembaga peduli lingkungan agar dapat berjalan seacara berkelanjutan.

Dengan hadirnya JUMPAMU, Kelurahan Melayu menunjukkan komitmen menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, sekaligus bernilai ekonomi.

“Kalau semua warga peduli, kita bukan hanya punya lingkungan lebih bersih, tapi juga lebih sejahtera,” pungkas Taufik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *