Bagikan 👇

Timesnusantara.com – KUTIM – Pengembangan UMKM di Desa Maloy, Kecamatan Sangkulirang, Kabupaten Kutai Timur, masih berjalan dengan memanfaatkan komoditas yang tersedia di wilayah setempat. Sejumlah produk olahan telah diproduksi masyarakat, meski pemasaran sebagian produk masih terbatas di lingkungan desa.

Kepala Desa Maloy, Rusli, menjelaskan produk olahan seperti kerupuk pisang dan kerupuk singkong masih dipasarkan melalui warung-warung di dalam desa. Kondisi tersebut berkaitan dengan ketersediaan bahan baku serupa di sejumlah wilayah, sehingga produk sejenis juga dikembangkan oleh masyarakat desa lain.

“Kerupuk pisang dan kerupuk singkong untuk sementara penjualannya di warung-warung setempat. Produk seperti itu juga dibuat di desa lain karena bahan bakunya mudah ditemukan di masing-masing desa,” terangnya.

Di tengah keterbatasan tersebut, Maloy memiliki produk yang dinilai memiliki peluang pemasaran berbeda, yakni gula aren. Produk tersebut dapat dipasarkan ke luar desa karena tidak semua wilayah memiliki pohon aren sebagai sumber bahan bakunya.

“Di sini juga ada produksi gula merah. Gula merah ini yang kadang-kadang bisa kita pasarkan ke luar desa karena tidak semua desa memiliki pohon aren,” jelasnya.

Keberadaan pohon aren di Maloy masih dipertahankan dan dipelihara. Tanaman tersebut menjadi sumber bahan baku yang memungkinkan produksi gula aren tetap berlangsung di tingkat masyarakat.

“Kalau di Maloy dirawat, dipelihara, jadi bisa mengeluarkan gula aren,” imbuhnya.

Rusli menyebut kondisi tanaman aren di wilayah lain tidak selalu sama. Ia mencontohkan kawasan perkotaan dan sejumlah desa transmigrasi yang menurutnya mengalami perubahan pemanfaatan lahan, sehingga tanaman yang sebelumnya tumbuh di wilayah tersebut tidak lagi banyak dipertahankan.

Kondisi itu turut membuka ruang pemasaran bagi gula aren Maloy ke desa-desa lain. Berbeda dengan produk yang bahan bakunya umum ditemukan, gula aren memiliki pasar antardesa yang dapat dikembangkan berdasarkan kebutuhan wilayah yang tidak memiliki sumber bahan baku tersebut. (ADV).

Editor : RF
Sumber : ALW

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *