Bagikan 👇

Timesnusantara.com – KUTIM – Kemarau berkepanjangan mulai menghambat aktivitas pertanian masyarakat Desa Maloy, Kecamatan Sangkulirang, Kabupaten Kutai Timur. Kondisi tersebut membuat sejumlah kegiatan tanam harus ditunda, termasuk penanaman jagung setelah masyarakat menyelesaikan panen padi.

Kepala Desa Maloy Rusli menerangkan, sebelumnya masyarakat masih sempat memanfaatkan lahan setelah panen padi untuk ditanami jagung. Namun, kondisi cuaca yang masih kering membuat kegiatan tersebut untuk sementara dihentikan.

“Setelah panen padi, kami sempat menanam jagung. Karena sekarang kemarau, untuk sementara didiamkan dulu,” terangnya saat diwawancarai melalui sambungan telepon, Jumat (18/9/2026) kemaren.

Menurutnya, kondisi serupa juga berpotensi memengaruhi persiapan memasuki musim tanam padi. Biasanya, masyarakat mulai memasuki musim tanam pada November. Namun, persiapan lahan belum dapat dilakukan secara optimal karena kondisi lahan dan adanya larangan pembakaran.

Rusli menjelaskan, masyarakat tidak dapat sembarangan membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Karena itu, kesiapan lahan sangat bergantung pada kondisi cuaca dan datangnya hujan.

“Kalau ada hujan di September, baru kita bisa. Tapi kalau kemarau berkepanjangan sampai akhir tahun, sudah dipastikan tahun ini kita tidak ada lagi bertani,” jelasnya.

Ia menyebutkan, pola curah hujan di wilayah tersebut biasanya mulai meningkat pada awal Desember dan berlangsung hingga sekitar Maret. Jika hujan belum turun sesuai kondisi yang dibutuhkan, aktivitas pertanian masyarakat akan semakin terbatas. (ADV/Kutim).

Editor : RF
Sumber : ALW

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *