Bagikan 👇

Timesnusantara.com – KUTIM – Gelaran Bupati Running Fest 2026 tidak hanya menjadi ajang untuk mendorong masyarakat aktif berolahraga. Kegiatan yang berlangsung di Kompleks Bukit Pelangi, Kutai Timur (Kutim), tersebut turut memberikan dampak terhadap pergerakan ekonomi masyarakat, mulai dari sektor penginapan, UMKM, hingga jasa transportasi.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kutim, Basuki Isnawan, mengatakan antusiasme peserta dalam kegiatan yang digelar Minggu (27/9/2026) melampaui perkiraan panitia.

Awalnya, panitia mempersiapkan kegiatan untuk sekitar 2.000 peserta. Namun, jumlah peserta yang hadir mencapai sekitar 2.500 orang.

Peserta juga tidak hanya berasal dari Kutai Timur. Menurut Basuki, sejumlah peserta datang dari berbagai daerah seperti Tarakan, Berau, Bontang, Samarinda, Balikpapan hingga Muara Badak.

“Pak Bupati memberikan semangat olahraga kepada masyarakat. Kita lihat UMKM itu luar biasa, penginapan dan hotel penuh. Karena yang hadir hari ini bukan hanya dari Kutai Timur,” kata Basuki seusai kegiatan.

Besarnya jumlah peserta dari luar daerah dinilai memberikan efek langsung terhadap aktivitas ekonomi lokal. Penginapan dan hotel menerima tamu, sementara pelaku UMKM memperoleh tambahan konsumen selama kegiatan berlangsung.

Dampak tersebut juga dirasakan sektor transportasi dan jasa pengantaran. Basuki mengaku mendapatkan respons dari sejumlah pelaku usaha yang merasakan manfaat dari penyelenggaraan kegiatan olahraga berskala besar tersebut.

“Banyak pelaku penginapan dan hotel menghubungi saya, terima kasih, sering-sering bikin kegiatan seperti ini. Hotel laku, pelaku usaha juga laku, ojek online, kurir, semuanya bergerak. Pedagang merasa senang dengan kegiatan ini,” ujarnya.

Menurut Basuki, kondisi tersebut menunjukkan bahwa kegiatan olahraga dapat menjadi salah satu instrumen untuk menggerakkan ekonomi masyarakat.

Terlebih, kata dia, di tengah kondisi perekonomian yang sedang mengalami perlambatan, kehadiran ribuan peserta mampu menghadirkan aktivitas ekonomi baru di sekitar lokasi kegiatan maupun kawasan lainnya di Sangatta.

Dispora Kutim juga melihat kegiatan olahraga sebagai bagian dari upaya memperkenalkan daerah kepada masyarakat luar.

Peserta yang datang tidak hanya mengikuti perlombaan, tetapi juga memiliki kesempatan mengenal sejumlah lokasi di Kutai Timur, khususnya kawasan Sangatta dan sekitarnya.

Basuki menyebut kawasan Bukit Pelangi, Masjid Agung, hingga sejumlah lokasi yang menawarkan pemandangan menjadi bagian yang dapat dinikmati pengunjung selama berada di Kutim.

Selain itu, peserta dari luar daerah juga berpotensi membeli produk lokal dan oleh-oleh sebelum kembali ke daerah asal.

“Ini salah satu cara memperkenalkan Kutai Timur melalui jalur olahraga. Kutai Timur makin dikenal orang dan perekonomian mulai bangkit,” katanya.

Basuki menilai konsep kegiatan olahraga dan pariwisata dapat terus dikembangkan karena memberikan dampak berlapis. Selain meningkatkan kebugaran masyarakat, kegiatan tersebut membuka peluang bagi UMKM dan sektor jasa memperoleh manfaat ekonomi.

Ia berharap semangat olahraga yang kini tumbuh di tengah masyarakat dapat terus dipertahankan.

Menurutnya, tujuan utama pemerintah bukan sekadar mengejar prestasi olahraga, tetapi juga membangun kebiasaan hidup sehat sejak usia dini.

Dalam kegiatan tersebut, anak-anak usia sekitar 5 hingga 8 tahun juga dilibatkan untuk menumbuhkan ketertarikan terhadap olahraga.

“Yang kita cari bukan prestasinya, tapi anak-anak mulai punya semangat berolahraga. Daripada mereka sibuk bermain gadget, orang tua juga senang anak-anak bisa berolahraga,” ujarnya.

Basuki menambahkan kegiatan tersebut dilaksanakan tanpa pungutan biaya kepada peserta.

Dengan besarnya respons masyarakat, Dispora Kutim berencana terus mengembangkan kegiatan olahraga yang mampu memadukan aspek kesehatan, pariwisata dan ekonomi daerah. (ADV/KUTIM).

Editor : RF
Sumber : ALW

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *