Bagikan 👇

Timesnusantara.com – KUTIM – Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kutai Timur (Kutim), Basuki Isnawan, meminta Duta Pelajar Kutim 2026 mengambil peran aktif mengajak generasi muda menjauhi narkoba, judi online hingga balap liar.
Pesan tersebut disampaikan Basuki dalam malam Grand Final Duta Pelajar Kutai Timur 2026 di Ruang Meranti, Sabtu (26/9/2026).
Menurutnya, tugas seorang Duta Pelajar tidak selesai setelah menerima gelar. Mereka justru memiliki tanggung jawab untuk menjadi contoh dan membawa pesan positif kepada teman sebaya di sekolah maupun lingkungan tempat tinggal.

“Yang pertama jauhi narkoba. Yang kedua tidak boleh judi online, balap liar, dan mengisi kegiatan-kegiatan yang positif,” ujar Basuki.

Ia mengatakan generasi muda memiliki posisi penting dalam proses pembangunan daerah. Karena itu, pemerintah perlu menyediakan ruang agar anak muda dapat berpartisipasi dengan cara yang sesuai minat dan kemampuan mereka.
Program Duta Pelajar menjadi salah satu sarana yang disiapkan untuk memperkuat keterlibatan tersebut.

“Kegiatan Duta Pelajar ini merupakan salah satu bentuk tanggung jawab kita semuanya, khususnya pemerintah Kabupaten Kutai Timur melalui Dispora, untuk memberikan ruang dan kesempatan buat anak-anak muda, terutama para pelajar,” jelasnya.

Basuki menilai setiap pelajar memiliki karakter, minat dan potensi berbeda. Perbedaan itu harus diarahkan menjadi kekuatan agar mereka dapat ikut berkontribusi terhadap pembangunan.

Para Duta Pelajar juga diharapkan mampu menjadi jembatan penyampaian pesan pembangunan kepada kelompok usia sekolah dengan pendekatan yang lebih dekat dengan keseharian generasi muda.

Basuki turut meminta sekolah tidak melepas begitu saja para pelajar setelah mengikuti rangkaian pemilihan. Kepala sekolah dan guru diminta terus melakukan pembinaan serta memantau perkembangan mereka.

“Bapak Ibu Kepala Sekolah, kami titipkan anak-anak kami untuk bisa dipantau perkembangannya karena mereka memiliki tugas yang cukup luar biasa,” katanya.

Dalam grand final tersebut, Randi Kurniawan dari SMK Negeri 1 Muara Wahau keluar sebagai Juara I putra. Sementara gelar Juara I putri diraih Kheisa Rosari Agatha dari SMA Negeri 2 Sangatta Utara.
Juara II putra diraih Agung Manuel Sirait dari SMA Negeri 2 Sangatta Utara dan Juara II putri Natasya Tasik dari SMA Negeri 1 Muara Wahau.

Aditya Misyanto dari SMA Negeri 2 Muara Wahau meraih Juara III putra, sedangkan Saskia A’bidah Suci Aulia dari SMA Prima YPPSB meraih Juara III putri.

Meski terdapat peringkat dalam kompetisi, Basuki menegaskan seluruh peserta yang telah mencapai tahapan akhir layak mendapatkan apresiasi.

“Pada hari ini kalian semua adalah juara. Kalian juara untuk kalian semuanya dan kalian juara untuk sekolah kalian,” ujarnya.

Basuki berharap pengalaman selama seleksi dan karantina dapat menjadi bekal bagi para peserta untuk terus berkembang.

“Sekembalinya anak-anak setelah dikarantina, mudah-mudahan bisa melaksanakan tugas dengan baik dan melanjutkan pesan-pesan pembangunan,” pungkasnya.(ADV/KUTIM).

Editor : RF
Sumber : ALW

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *