Timesnusantara.com, KUKAR – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus memperkuat upaya pengendalian inflasi daerah melalui pelaksanaan operasi pasar dan Gerakan Pangan Murah (GPM). Langkah ini dilakukan untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok sekaligus membantu masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kukar, Burhanuddin, mengatakan operasi pasar menjadi salah satu langkah yang dilakukan pihaknya untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah kondisi harga kebutuhan pokok yang berfluktuasi.
Menurutnya, operasi pasar kembali dilaksanakan pada Jumat dan Sabtu pekan lalu. Kegiatan tersebut dipusatkan di Gedung B, Jalan Imam Bonjol, Tenggarong, tepat di depan kantor Disperindag Kukar.
“Operasi pasar ini kami laksanakan untuk membantu masyarakat agar tetap bisa membeli kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau. Ini juga menjadi salah satu upaya untuk mengendalikan inflasi daerah,” ujar Burhanuddin Kamis (29/10/2026).
Dalam kegiatan tersebut, sejumlah komoditas kebutuhan pokok disediakan, mulai dari beras, telur, minyak goreng, hingga gula. Selain itu, keterlibatan kelompok tani (KTN) turut memperluas jenis komoditas yang ditawarkan, seperti cabai, aneka sayuran, bawang merah, dan bawang putih.
Burhanuddin menjelaskan, harga sejumlah komoditas dalam operasi pasar tersebut lebih rendah dibandingkan harga di pasaran. Selisihnya berkisar Rp1.000 hingga Rp5.000, bergantung pada jenis komoditas yang dijual.
Ia menambahkan, pelaksanaan operasi pasar selanjutnya masih menunggu koordinasi dan penjadwalan bersama pihak terkait. Disperindag Kukar akan menyesuaikan waktu pelaksanaan agar kegiatan tersebut dapat berjalan optimal dan menjangkau masyarakat yang membutuhkan.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kukar, Ananias, mengatakan pihaknya juga turut berperan dalam upaya pengendalian inflasi melalui pelaksanaan Gerakan Pangan Murah.
Program tersebut dilaksanakan di berbagai kecamatan di Kukar serta pada momentum hari besar tertentu. Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan dapat memperoleh bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau, sekaligus menjaga ketersediaan pasokan di tingkat konsumen.
“Kami berharap dengan adanya gerakan pangan murah mampu menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok, memperkuat daya beli masyarakat, serta mendukung pengendalian inflasi daerah secara berkelanjutan,” pungkasnya. (Adv)
Editor : RF
Sumber : AND
