Bagikan 👇

Ketua Komisi lll Angkasa jaya

timesnusantara.com- Beberapa hari terakhir ini warga Kota Samarinda dibuat sulit setelah adanya kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis pertalite di beberapa SPBU yang ada.

Akibat kelangkaan tersebut, antrean panjang kendaraan pun tak terelakkan seperti truk maupun kendaraan jenis lainnya hingga terjadinya kemacetan.

Dampak lainnya juga ditemukan beberapa kasus kecelakaan lalu lintas akibat adanya kendaraan yang mengantre sampai memakan badan jalan.

Melihat persoalan ini, Ketua Komisi III DPRD Kota Samarinda, Angkasa Jaya Djoerani tak tinggal diam, dirinya turut berkomentar terkait adanya kelangkaan BBM tersebut.

Dia menduga, kelangkaan BBM ini diperkirakan adanya peraturan baru dari pihak Pertamina pusat.

“Kalau memang pemerintah mau membuat regulasi khusus untuk BBM subsidi mending hapuskan saja pertalite, jadi semua pakai Pertamax,” katanya.

Politikus PDI-Perjuangan ini menyarankan agar pemerintah bisa memberikan kartu khusus bagi para penerima BBM subsidi, sehingga mereka bisa mendapatkan jatah BBM dengan harga yang terjangkau.

“Jadi yang punya kartu itu boleh menggunakan Pertamax dengan harga di bawah harga sebenarnya, misalnya kalau harga Pertamax Rp12 ribu, orang yang menggunakan kartu itu cukup membayar Rp 8 ribu, itu kan lebih bagus aturannya, itu jelas juga subsidinya,” bebernya.

Selain itu, ia juga menyarankan kepada pemerintah untuk segera menertibkan seluruh pertamini yang menjamur di Kota Samarinda.

Keberadaan Pertamini tersebut, kata dia, sebenarnya tidak memberikan dampak positif terhadap pembangunan melalui bentuk setoran pajak, sebab dalam aktivitasnya tidak memiliki izin resmi.

“Kita tidak memungut apa-apa dari pertamini itu, tidak ada retribusi pajaknya, karena memang tidak memiliki izin, jadi memang harus ditertibkan,” tegasnya.Berita 36 BBM Pertalite Terjadi Kelangkaan, Angkasa Jaya Turut Berkomentar Samarinda- Beberapa hari terakhir ini warga Kota Samarinda dibuat sulit setelah adanya kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis pertalite di beberapa SPBU yang ada. Akibat kelangkaan tersebut, antrean panjang kendaraan pun tak terelakkan seperti truk maupun kendaraan jenis lainnya hingga terjadinya kemacetan. Dampak lainnya juga ditemukan beberapa kasus kecelakaan lalu lintas akibat adanya kendaraan yang mengantre sampai memakan badan jalan. Melihat persoalan ini, Ketua Komisi III DPRD Kota Samarinda, Angkasa Jaya Djoerani tak tinggal diam, dirinya turut berkomentar terkait adanya kelangkaan BBM tersebut. Dia menduga, kelangkaan BBM ini diperkirakan adanya peraturan baru dari pihak Pertamina pusat. “Kalau memang pemerintah mau membuat regulasi khusus untuk BBM subsidi mending hapuskan saja pertalite, jadi semua pakai Pertamax,” katanya. Politikus PDI-Perjuangan ini menyarankan agar pemerintah bisa memberikan kartu khusus bagi para penerima BBM subsidi, sehingga mereka bisa mendapatkan jatah BBM dengan harga yang terjangkau. “Jadi yang punya kartu itu boleh menggunakan Pertamax dengan harga di bawah harga sebenarnya, misalnya kalau harga Pertamax Rp12 ribu, orang yang menggunakan kartu itu cukup membayar Rp 8 ribu, itu kan lebih bagus aturannya, itu jelas juga subsidinya,” bebernya. Selain itu, ia juga menyarankan kepada pemerintah untuk segera menertibkan seluruh pertamini yang menjamur di Kota Samarinda. Keberadaan Pertamini tersebut, kata dia, sebenarnya tidak memberikan dampak positif terhadap pembangunan melalui bentuk setoran pajak, sebab dalam aktivitasnya tidak memiliki izin resmi. “Kita tidak memungut apa-apa dari pertamini itu, tidak ada retribusi pajaknya, karena memang tidak memiliki izin, jadi memang harus ditertibkan,” tegasnya.

By Eka

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *