Timesnusantara.com , SAMARINDA — Saat ini warga Kota Samarinda lagi marak mengeluhkan banyaknya sepeda motor yang tangkinya di modifikasi guna menyedot minyak di SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum), sehingga nampak menjadi tidak wajar yang di perkirakan isi tangki modifikasi mereka itu bisa menampung BBM (Bahan Bakar Minyak) hingga puluhan liter lebih.
Hal itulah yang membuat cepatnya habis BBM jenis Pertalite dihampir semua SPBU. Itulah yang menjadikan fenomena antrian panjang hampir disemua SPBU.
Keluhan warga banyak yang merasa di rugikan karena jatah BBM konsumen mereka banyak di kuras para pengetap pertalite yang menggunakan tangki sepeda motor yang di modifikasi itu.
Kaitannya dengan persoalan di atas itu, media ini sengaja menkonfirmasi anggota Komisi ll Ibu Laila Fhatihah di ruang kerjanya, Rabu (20/7/72022) untuk memberikan penjelasannya terkait maraknya tangki sepeda motor yang di modifikasi tersebut.
Beginilah tanggapan Laila Fhatihah: “Rencananya dalam waktu dekat ini kami akan memanggil pihak Pertamina untuk dimintakan komitmen dan statemen mereka, seperti apa jawaban mereka. Kita tunggu aja nanti setelah kami mengadakan hearing dengan pihak Pertamina,” ujar Laila.
“Dan tanggapan saya dalam hal itu Pertamina sepertinya pura pura tidak tahu menahu dengan situasi di lapangan,” lanjutnya.
Di sisi lain, juga ada salah seorang warga Samarinda yang tidak mau di sebutkan namanya sempat mengungkapkan keluhannya seperti in:
“Saya sering merasa kecewa ketika ikutan antri pertalite di SPBU, sudah nunggu antriannya cukup lama, begitu sampai di depan tempat pengisian, ternyata pertalite nya sudah habis. khirnya saya kecewa berat sama semua oknum yang membiarkan kejadian seperti itu terus berulang ulang. Dan tidak ada penindakan dari aparat. Dulu seingat saya sebelum maraknya modifikasi tangki sepeda motor, tidak pernah terjadi antrian panjang dan pertalite juga tidak cepat habis, jadi harapan saya semoga pihak yang terkait bisa cepat menyikapinya. Masalah ini tidak bisa dibiarkan. Sangat merugikan masyarakat umum. SPBU seakan-akan milik para pengetap!”
Pemkot dan DPRD Kota Samarinda harus mengambil tindakan yang konkrit dan tegas, terkait merajalelanya para pengetap dengan tanki motor yang sudah dimodifikasi itu.
Penulis: Eka
