Timenusantara.com, Samarinda — DPRD Provinsi Kaltim mengadakan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdul Wahab Syahranie (AWS). Bertempat di Kantor DPRD Provinsi Kaltim, Jln Teuku Umar, Karang Paci, Samarinda, Senin (22/08/2022).
Komisi IV DPRD Kaltim yang diketuai Reza Pahlevi, menyebutkan bahwa pertemuan RDP tersebut membahas RSUD. AWS, terkait dengan pelayanan kepada masyarakat dan kegiatan progres APBD yang tertahan.
Pada RDP tersebut banyak hal yang dibahas, dan tentunya ini menjadi perhatian dari DPRD Kaltim untuk selalu melaksanakan pengawasan khususnya persoalan yang diungkapkan didalam RDP tersebut.
Dalam pertemuan tersebut membahas RSUD AWS dengan pelayanan masyarakat, dan kegiatan-kegiatan progres APBD yang tertahan, dan juga dengan gedung yang belum terselesaikan secara lelang.
“Tadi ada juga masalah hutang-piutang yang dibicarakan, yaitu hutang dengan Unit Donor Darah (UDD) di PMI kurang lebih Rp 899 juta dari 4 miliar, dan sudah terbayarkan Rp 899 juta. Terus ada juga, utang dari pihak ketiga, dari Rp 140 miliar kurang lebih, sudah terbayarkan dan sisa 80 miliar. Dan kita harapannya ini tidak ada lagi hutang terhadap pihak ketiga, baik dari obat fisik dan yang lainnya. Yang mengakibatkan mereka terkendala. Kendalanya dari pihak rumah sakit,” papar Reza Pahlevi.
Sementara itu Direktur RSUD AWS Samarinda, dr. David Hariadi Masjhoer, mengatakan bahwa mengenai tentang adanya informasi dari pihak rumah sakit ke PMI memang agak lama. Jika dulu pasien itu bayar kalau beli darah, namun sejak ada BPJS pasien tidak boleh bayar lagi.

“Sekarang pasien yang memerlukan darah sudah tidak bisa bayar lagi, dikarekan sudah masuk dalam program BPJS. Awalnya kita juga kesulitan memang, dulu hingga utangnya rumah sakit sekitar Rp 4 miliar. Sekarang itu sudah hutang berjalan, artinya proses lancar sekarang tinggal sekitar 800 jutaan. Kami akan usahakan agar tidak sebesar itu, tapi yang 800 juta ini memang dalam proses 2 bulan penggunaan produk darah seperti itu,” beber David.
Disela berakhirnya sesi wawancara, Direktur RSUD AWS Kota Samarinda dr. David Hariadi Masjhoer, mengatakan perlunya ada rumah singgah tambahan di kawasan rumah sakit, mengingat kerap melubernya pasien yang tak tertampung di ruangan rumah sakit tersebut.
“Memang kami sendiri sudah mengusahakan bagaimana ada rumah singgah lagi, kita kan sudah punya rumah singgah itu, ada rumah singgah yang punya AWS, ada juga rumah singgah milik swasta. Tadi kami sudah laporkan ke pemerintah, apakah bisa dibantu untuk pengadaan rumah singgah lagi karena memang kebutuhan rumah singgah ini kelihatannya meningkat,” pungkas David.
- Penulis: Rudy Fadlansyah
