Bagikan 👇

Timesnusantara.com , Samarinda – Tahun ini setiap RT mendapatkan Rp 100 juta untuk mengakomodir usulan kebutuhan masyarakat. Setiap RT saat ini telah mendapatkan buku pedoman pelaksanaan yang ada di DPRD Kota Samarinda, Program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat (Probebaya) kini sudah berjalan.

Dikatakan oleh Wakil Ketua DPRD Samarinda Subandi mengaku banyak warga yang belum paham dengan pelaksanaan Probebaya ini. “Padahal menurut saya programnya sudah bagus, karena langsung menyentuh kebutuhan masyarakat dari bawah,” ucapnya.

Ini disebabkan kurangnya sosialisasi dari Pemkot Samarinda ke masyarakat. Tak heran masyarakat mengira, anggaran tersebut langsung diturunkan melalui RT. Sementara realisasinya belum banyak dilihat ataupun dirasakan manfaatnya. “Inilah yang perlu dipahami masyarakat, bahwa RT itu sangat berperan untuk melakukan musyawarah dan mengumpulkan apa yang menjadi kebutuhan masyarakat,” sebut Subandi.

Perlu diketahui dalam tahap awal ini setiap usulan RT diberi jatah Rp 75 juta. Sedangkan Rp 25 jutanya akan dicairkan setelah pengesahan APBD Perubahan. Tetapi Subandi mengingatkan bahwa pelaksananya bukan dari RT, melainkan kelompok masyarakat (POKMAS). “Hal-hal seperti ini yang perlu disosialisasikan kepada masyarakat. Jangan sampai masyarakat mengira anggarannya ada di RT,” kata Subandi.

Selain masyarakat, keluhan dari RT juga ia tampung untuk menjadi bahan evaluasi dirinya sebagai wakil rakyat. Dikarenakan masih banyak RT yang kesulitan dalam memberikan laporan terutama dalam urusan administrasi. “Dalam hal ini Pemkot Samarinda sendiri harusnya lebih gencar lagi memberikan sosialisasi baik ke RT maupun masyarakatnya. Agar ke depannya tidak ada mis persepsi dan mis komunikasi,” ucap Subandi.

  • Penulis Rudy Fadlansyah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *