Bagikan 👇

Timesnusantara.com – Samarinda.
Rapur Ke-38 DPRD Provinsi Kalimantan Timur dan dibeberapa Agenda sebelumnya yang tidak di hadiri oleh Gubernur Kalimantan Timur yaitu Isran Noor, mendapat perhatian dari beberapa dewan.

Salah satunya Marthinus selaku Anggota DPRD Provinsi Kaltim, ia menjelaskan, tidak bisa membayangkan langkah DPRD Provinsi dan Pemrov Kaltim kedepan akan seperti apa hingga masa akhir jabatan.

Pasalnya, ia mendengar dari masyarakat mempertanyakan ketidak hadiran Gubernur Kaltim dalam Rapat Paripurna yang selalu diwakilkan para anggotanya.

“Banyak masyarakat bertanya, bahwa pak gubernur tidak hadir, wakil gubernur tidak hadir,”

“Hari ini, masyarakat kalimantan timur bahkan seluruh indonesia maupun provinsi semua menyuarakan tentang kenaikan bbm,” ucapnya

Maksud daripada Marthinus, dengan kehadirannya Gubernur Kaltim ataupun Wakil Gubernur Kaltim diharap bisa langsung menyatukan suara masyarakat kaltim bersama para anggota DPRD Kaltim.

“Paling tidak gubernur atau wakil gubernur itu hadir mendengarkan, merespon para rekan-rekan, adek-adek kita yang masih mahasiswa. Jadi suara ini gak enak kedengarannya,” tegasnya.

Selanjutnya, ia menyebut terkait ketidakhadiran Gubernur hanya bisa dihitung dengan jari selama masa dilantik hingga rapat yang digelar selama 3 tahun ini.

“Pak sekwan harusnya bisa mediasi ini, bagaimana hubungan kita, gak usah ditutupi lah. Jadi langkah kita ini harus jelas kedepan jangan kita banyak melihat berita dimedia tentang berita sambo,” ucapnya.

Harapannya, ia mengatakan kedepan agar tetap terjalin hubungan antar DPRD Provinsi maupun Pemprov Kaltim agar sekiranya dapat menyatukan gagasan dan ide terkait kesejahteraan masyarakat bersama. Tutupnya.

  • Penulis RF

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *