Timesnusantara.com – Samarinda.
Untuk mempertahankan guru yang memiliki kemampuan dan bakat yang baik dalam proses belajar hendaknya diberikan kesejahteraan, kompensasi.
Kesejahteraan yang diberikan sangat berarti dan bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan fisik dan mental seorang guru beserta keluarganya.
Usaha yang dilakukan untuk mempertahankan dan memperbaiki kondisi fisik dan mental seorang guru agar semangat kerja meningkat maupun meningkatkan kualitas pendidikan adalah melalui program kesejahteraan guru yang disusun berdasasrkan peraturan legal, berdasarkan keadilan dan kelayakan serta berpedoman pada peraturan pemerintah.
Tingkat kesejahteraan guru masih tergolong rendah, tidak setara dengan pengabdian yang diberikannya. Gaji merupakan aspek utama dan paling pokok dalam kesejahteraan seorang guru. Selain gaji, kesejahteraan guru juga meliputi kelancaran dalam kenaikan pangkat, kepastian karir sebagai guru dan hubungan antar pribadi.
Menyikapi hal tersebut, anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda Maswedi mengatakan, mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda agar lebih memprioritaskan kebutuhan tenaga pendidik di Kota Tepian.
Menurutnya, pengangkatan status tenaga pendidik bisa menjadi salah satu opsi agar kesejahteraan guru terjamin dan meliputi kelancaran dalam aspek pendidikan.
“Kebutuhan para guru kita ini harus diprioritaskan, pengangkatan PNS dan P3K harus ditingkatkan, agar kehidupan para guru kita bisa lebih sejahtera,” ucapnya Maswedi saat ditemui, Senin (10/10/2022).
Politisi Fraksi Nasdem ini juga menyebut, para guru yang telah mengabdikan dirinya selama bertahun-tahun sebagai tenaga pendidikan non ASN. Hingga ia pinta Pemkot, harus menginventarisir jumlah tenaga pendidik di Samarinda dan melakukan pengangkatan.
“Kebutuhan guru kita harus diprioritaskan, pengangkatan PNS dan PPPK harus ditingkatkan, agar kehidupan para guru kita bisa lebih sejahtera,” ucapnya.
Ia menuturkan bahwa tenaga pendidikan memiliki beban kerja yang terbilang berat namun tak berbanding lurus dengan apa yang didapatkannya secara materi.
“Kita prihatin, kebutuhan guru di Samarinda ini sangat banyak, tetapi anggaran untuk honor guru itu masih sangat kurang sekali, apalagi ada aturan kemarin soal insentif tentu ini menciderai para pendidik kita,” ucapnya.
Harapannya, untuk kedepannya Pemkot Samarinda bisa mengupayakan untuk peningkatan anggaran agar kebutuhan para guru juga dapat terpenuhi.
“Memang peran pemerintah kita harus lebih peka melihat kondisi ini jika ada persoalan anggaran, harus bisa mengupayakan sumber anggaran bisa dari berbagai aspek mana saja. Yang terpenting kesejahteraan guru kita bisa lebih diperhatikan lagi,” tutupnya.
- RF
