Timesnusantara.com – Samarinda.
HIV merupakan kependekan dari Human Immunodeficiency Virus. HIV adalah suatu virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh, sehingga tubuh menjadi lemah dalam melawan infeksi. Sederhananya, kehadiran virus ini dalam tubuh akan menyebabkan defisiensi (kekurangan) sistem imun.
Kata HIV dan AIDS memang nampak tak asing lagi di telinga masyarakat Indonesia, sayangnya tidak semuanya mengerti dan paham akan kedua kata tersebut. HIV/AIDS kerap beriringan dikarenakan korelasi yang sangat erat di antara keduanya.
Ironisnya bila kita melihat pada realitas, pengidap HIV/AIDS datang dari kalangan pemuda Indonesia. Angka menunjukkan para pengidap dari usia produktif 25-49 tahun sebagai pengidap tertinggi diikuti oleh golongan usia 20-24 tahun.
Deni Hakim Anwar Sekretaris Komisi IV DPRD Samarinda, prihatin atas kasus tersebut yang pengidapnya merupakan rata-rata pemuda.
Ia mengatakan, Pemuda yang seharusnya menjadi harapan serta tolak ukur kemajuan suatu bangsa tergoyahkan. Hal ini menjadi semacam peringatan besar bagi bangsa Indonesia.
“Ini fenomena yang serius. Anak-anak generasi muda kita harus kita bentengi. Yaitu dengan penguatan pendidikan agama. Dengan demikian anak-anak dapat terhindar dari pergaulan sex bebas, narkoba, dan lainnya yang memicu terjadinya kasus HIV/AIDS di Samarinda ini,” ucap deni saat ditemui.
Ia menjelaskan Kita menyadari betul bahwa peran pemuda saat ini yang akan mempengaruhi masa depan bangsa ini. Oleh karena itu ia meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Samarinda, mengedukasi remaja soal bahaya sex dan pergaulan bebas.
“Institusi seperti Disdikbud, harus melakukan edukasi kepada anak-anak usia dini. Terutama anak-anak remaja atau ABG jelang pubertas, guna menekan angka kasus HIV/AIDS di Kota Tepian yang kita cintai ini,” ucapnya.
Deni menilai, pendidikan keagamaan bisa membentuk akhlak dan moral yang baik sebagai pondasi hidup, dan akan mampu mencegah pergaulan seks bebas di kalangan remaja.
“Sebagaimana kita ketahui, di era sekarang ini, hal-hal bersifat positif dan negatif bisa di akses melalui internet melalui handphone (HP). Generasi muda harus kita bentengi dengan ajaran agama, agar mereka terhindar dari hal-hal negatif yang tidak kita inginkan,” pungkasnya.
- RF
