Bagikan 👇

Timesnusantara.com – Samarinda.

Diketahui kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) mengalami kenaikan harga, diumumkan pada tanggal 3 September lalu. Berita naiknya bbm ini mengejutkan masyarakat yang sudah merasa tentram dengan kestabilan harga bbm.

Efek naiknya bbm ini memang sangat terasa khususnya di Samarinda. Disamping harga yang semakin tinggi, antrian di SPBU juga semakin mengular. Dijam tertentu, antrian bahkan sampai luar gerbang SPBU yang berada di Kota Samarinda.

Patut dipertanyakan, dengan kenaikan harga BBM ini justru membuat antrian SPBU semakin panjang. Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda Jasno menanggapi persoalan ini, ia mengatakan antrian tersebut dikarenakan minat konsumsi BBM jenis Pertalite sangat tinggi, oleh karena itu BBM Jenis Pertalite sangat di incar oleh masyarakat.

“Ya saya pikir teknis aja ya, karena memang sekarang ini kan pertalite baru jadi barang langka,” ucapnya saat ditemui di ruangannya.

Menurutnya, Pertalite di Samarinda mengalami kelangkaan terjadi, akibat bisnis yang di lakukan oleh Pihak Pertamina untuk menaikkan minat konsumsi masyarakat terhadap BBM Jenis Pertamax.

“Pertamina ini ingin pertamax itu lebih banyak di gunakan oleh masyarakat,” ungkapnya.

Ia menilai, Kenaikan BBM Jenis Pertalite hanya untuk pengalihan isu agar masyarakat mereda terkait persoalan kelangkaan minyak waktu itu.

“Pertalite ini untuk meredakan masyarakat, supaya tidak teriak-teriak makanya mereka tidak jual siang,” ucapnya.

Jasno Sapaan Akrabnya menjelaskan, ketersediaan kuota Pertalite yang mencukupi di tiap-tiap SPBU, menjadi kunci atas antrian panjang yang sering terjadi di Kota Samarinda.

“Tapi kalau kuotanya dimasing-masing SPBU itu ada, saya pikir juga orang gak ngantri,” ujarnya.

Jasno memberi masukan, untuk pemenuhan kuota BBM jenis Pertalite agar tercukupi pada setiap SPBU yang ada. Sebab, jika terpenuhi semua kuota jenis Bbm tersebut antrian dapat di antisipasi dengan baik.

“Saran kita ya dipenuhi lah kuota Pertalite dan Pertamax seperti yang sebelum-sebelumnya,” Pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *