Timesnusantara.com – Samarinda.
Anggota Komisi I DPRD Samarinda, menanggapi usulan komunitas Motor Besar Club Indonesia (MBCI) soal motor gede (moge) masuk tol. Menurutnya untuk diterapkan di Kota Samarinda tidak tepat.
Diketahui, usulan tersebut diajukan oleh Komunitas Motor Besar Club Indonesia (MBCI), untuk mengizinkan Motor Gede (Moge) masuk ke dalam tol.
Presiden Motor Besar Club Indonesia (MBCI) Irianto Ibrahim meminta moge masuk tol dengan beralasan agar terhindar dari jalur non-tol yang menjadi masalah terhadap masyarakat.
Joni Sinatra Ginting, menegaskan bahwa usulan tersebut tidak tepat apabila diterapkan di Kota Samarinda.
Melihat, tol Balikpapan-Samarinda dengan jarak kurang lebih 103 Km, itu hal tidak memungkinkan.
“Kemudian kalau melihat dari apa yang di miliki kota Samarinda sekarang rasanya kebijakan yang di minta oleh teman-teman motor gede ini belum tepat,” ungkapnya saat ditemui awak media.
Terlebih lagi melihat volume pengguna moge yang ada di Kota Samarinda, menurutnya masih jarang dan hanya beberapa orang tertentu yang memilikinya.
“jumlah motornya juga paling hanya belasan saja ya di sini, beda dengan di Jakarta. Kalo di Jakarta menurut saya mungkin mereka sampai ratusan bahkan mungkin ribuan,” ucapnya.
Walaupun Ia tak bisa pungkiri, jika usulan ini mencuat ketika Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara telah resmi berada di Benua Etam. Maka menurutnya masih dapat dipertimbangkan Pemerintah Pusat.
Menurutnya, jika di luar negeri moge bisa melintas jalan tol karena satu moge dianggap satu mobil. Untuk itu, ketika menyalip pun harus berpindah line.
Sehingga, Ia menilai usulan seperti ini ingin mengikuti budaya luar. Sebab, di luar Negeri para pengguna Motor Gede di perbolehkan untuk mengakses jalan Tol.
Legislator tersebut juga khawatir, pengendara dengan motor kecil kedepannya merasa termajinalkan dengan diperbolehkannya kendaraan gede itu memasuki tol.
“Ini kan mengikuti budaya luar, jangan sampai budaya luar ini menjadi kental di Kota Samarinda. Karena nanti penduduk asli yang tinggal di sini malah ter pinggirkan,” tutupnya.
