Bagikan 👇

Timesnusantara.com – Samarinda.

Pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah maupun Rumah Sakit Umum Swasta, dinilai tidak maksimal dan pilih kasih terhadap pasien tertentu. Sehingga sangat merugikan masyarakat.

Disampaikan oleh Sani Bin Husain, Pemerataan fasilitas tenaga medis bagi seluruh masyarakat, tanpa terkecuali.

“Merupakan hal mendasar yang sangat penting diterapkan oleh seluruh Rumah Sakit Negeri maupun Swasta di berbagai daerah,” ungkapnya saat ditemui awak media.

Menurutnya, dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat dirumah sakit jangan pilih kasih , karena sampai saat ini masih banyak masyarakat yang sering mengadu tentang keluhan tersebut.

Ditambah lagi dengan kejadian soal warga yang merenggut nyawa akibat tidak bisa membayar deposito rumah sakit sebesar Rp10 juta di Kota Balikpapan. Sehingga Ia berharap, ini tidak akan terjadi di Kota Samarinda.

Dengan tegas, ia mengatakan bahwa dirinya akan melawan seluruh tenaga medis yang menolak memberikan pelayanan bagi masyarakat kurang mampu.

“Tugas medis ini tugas kemanusian, lagi pula yang datang itu membutuhkan pertolongan. Jadi layanin mereka, bantu mereka, tanpa membedakan status mereka. Karena mereka juga manusia, bayangkan itu keluarga kalian yang sedang kesakitan lalu di tolak untuk berobat,” ucapnya.

Padahal menurutnya, Rumah Sakit dapat melaksanakan fungsinya secara optimal sesuai dengan standar pelayanan yang ditetapkan dengan mengutamakan keselamatan pasien.

“Sekali lagi saya tegaskan, tidak boleh ada satu orang pun di Samarinda ini tidak mendapatkan pelayanan kesehatan dan jangan sampai mereka di bebani hanya untuk mendapatkan pelayanan kesehatan,” ucapnya.

Maka itu ia berharap rumah sakit tidak lagi besikap komersial kepada masyarakat miskin. Sehingga, Ia berharap agar kasus yang serupa tidak terjadi di Kota Samarinda.

Ia menilai, BPJS yang ada di kota Samarinda sudah sampai pada predikat UHC (Universal Health Coverage), yang mampu mengcover biaya perawatan bagi masyarakat kurang mampu.

“Di Samarinda juga sudah ada program Docter On Call yang sudah di terapkan, jadi masyarakat sudah bisa menghubungi itu. Karena pelayanannya 24 jam dan cepat. Ya mudah-mudahan yang terjadi di Balikpapan itu tidak terjadi di kota Samarinda,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *