Timesnusantara.com – Samarinda.
Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada sapi, wabah yang lazim menyerang hewan ternak ini sebenarnya bukan hal baru.
PMK pernah menjangkit ribuan hewan ternak yang ada di Indonesia, khususnya pada era 1960-an dan 1980-an. Oleh karena itu, Damayanti meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda untuk memberikan pengawasan khusus terkait masalah PMK ini.
Anggota Komisi IV DPRD Samarinda ini, mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda agar terus memantau sapi yang masuk, agar kejadian serupa yang terjadi sebelumnya tidak kembali terulang.
Walaupun sebenarnya Kaltim dinyatakan bebas dari PMK sebelumnya, hal ini tentu perlu menjadi pengawasan pemkot.
“Arus keluar masuk hewan ternak harus tetap diperhatikan. PMK ini kan, memang dulu kaltim dinyatakan bebas PMK, namun kita harus tetep perlu memperhatikan arus keluar masuk hewan apalagi yang sifatnya rentan, karna jika kita bisa menjaga keamanannya dari awal akan lebih baik,” ungkapnya saat ditemui awak media.
Menurutnya, pemkot harus segera mencari solusi dari persoalan ini salah satunya yaitu dengan melakukan sosialisasi dan pengawasan terhadap penyakit yang menyerang hewan ternak.
Tak dipungkiri, langkah pemerintah saat ini telah memulai vaksinasi PMK untuk hewan ternak, dengan ditandai vaksinasi PMK yang semakin gencar di beberapa lokasi. Salah satunya mulai dari Kelompok Tani Damarwulan, Mugirejo, hingga Kecamatan Sungai Pinang Samarinda.
“Ini merupakan bagian agenda nasional vaksinasi atau pengendalian dan penanggulangan PMK, yang berpusat di Kabupaten Barru Sulawesi Selatan,” ucapnya.
Jangan sampai, tegasnya, wabah ini mengakibatkan pendapatan mereka berkurang atau justru merugi. Beberapa solusi yang perlu dilakukan pemerintah misalnya dengan menyalurkan vaksin kepada para petani di berbagai daerah, hingga kemungkinan adanya bantuan kepada para peternak sapi.
Kaltim pada 2022 mendapatkan dosis vaksin sebanyak 74.800 dosis, dengan realisasi 80 persen hingga saat ini. Sembari targetkan kekebalan individual hewan ternak atau herd immunity.
