Bagikan 👇

Timesnusantara.com – Samarinda.

Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda terus berupaya mencegah dan menekan jumlah kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota ini.

Terbukti sejak awal tahun 2022 hingga Desember 2022 kasus penyakit yang penularannya disebabkan Nyamuk Aedes aegypti ecenderung terus menurunan hingga sekitar 82 persen.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kaltim, penderita DBD pada awal tahun sebanyak 1.956 kasus dan pada Desember (351 kasus) atau mengalami penurunan 1.605 kasus. Jumlah kasus DBD ini setiap bulannya terus mengalami penurunan kecuali pada Agustus yang sempat meningkat.

Memasuki awal tahun 2023, kasus DBD secara perlahan mulai mengalami penurunan, bahkan sejumlah wilayah telah tercatat dengan 0 kasus, seperti di Kota Samarinda.

Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda Damayanti mengatakan, bahwa pihaknya (Komisi IV) telah melakukan berbagai upaya dalam mencegah dan menekan jumlah kasus DBD dengan beberapa langkah yakni koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan di tingkat provinsi maupun kota untuk merumuskan pemberantasan terpadu.

Ia menilai, kondisi serupa dapat dijadikan pembelajaran untuk masyarakat dan dinas terkait, agar terus menjaga dan waspada terhadap penyakit menular seperti DBD.

“Ini mungkin jadi pembelajaran buat kita, karna kita tahun-tahun kemaren fokus ke covid, untuk itu kedepan kita harus lebih waspada,” ungkapnya saat ditemui awak media

Damayanti menghimbau kepada masyarakat agar selalu menjaga kebersihan dilingkungan masing-masing dan menjaga daya tubuh dengan berperilaku hidup sehat serta memakan makanan yang bergizi.

“Apalagi, pada saat ini merupakan musim penghujan yang kewaspadaan terhadap nyamuk Aedes aegypty yang menimbulkan penyakit DBD perlu ditingkatkan,” ucapnya.

Lebih lanjut, Legislator itu kembali berharap, penanggulangan DBD di Kota Samarinda kedepan bisa lebih baik lagi dengan terus terkendalinya kasus tersebut.

Pemerintah Samarinda dalam hal ini Dinas Kesehatan (Dinkes), diminta Damayanti lebih intens melakukan sosialisasi ke masyarakat terkait dengan bahaya DBD.

“Harapannya pemerintah bisa lebih intens lagi untuk memberikan wawasan ke masyarakat terkait DBD agar selalu menjaga lingkungan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *