Bagikan 👇

Timesnusantara.com – Samarinda.

Wakil Ketua DPRD Samarinda Subandi menyampaikan, perununan angka kawasan kumuh menurun secara signifikan di Kota Samarinda seluas 45 hektare kurang lebih.

Subandi mengapresiasi sebesar-besarnya atas kinerja Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda yang gencar dalam program Wujudkan Kota Samarinda Bebas Kumuh (KOTAKU).

“Saya berharap keterikatan dengan opd-opd terkait dan lintas opd terkait untuk mempercepat proses program kotaku ini, yang paling penting jangan sampai ada ego sektoral,” ungkapnya saat menjadi narasumber dalam tv nasional. Rabu, (8/2/23).

Karena menurutnya, yang paling utama adalah kepentingan masyarakat serta dampak sosial juga perlu diperhatikan.

Maka ia menilai, koordinasi sangat diperlukan dalam hal tersebut agar menumbuhkan sinergitas sesama stake holder serta peran tokoh masyarakat dan masyarakat itu sendiri.

“Supaya semuanya masyarakat itu memiliki persepsi yang sama, bahwa KOTAKU ini kota tanpa kumuh ini penting untuk kesehatan, untuk harapan hidup, dan untuk hidup layak di kota samarinda,” ucapnya.

Oleh karena itu ia berharap agar terciptanya kota yang nyaman, aman dan rapi diperlukannya kordinasi yang solid antar semua OPD dan anggota kerja program pemkot tersebut.

Tambahan informasi. Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) yang digagas oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda digadang-gadang akan menjadi solusi pembenahan pembangunan, khususnya menyangkut pemukiman kumuh di Kota Samarinda.

Kawasan pemukiman kumuh di Kota Samarinda pada tahun 2021 tercatat seluas 53,02 hektare. Luasan tersebut sudah berkurang dari sebelumnya yang seluas 70,51 hektare dengan 9 kawasan dari 18 kelurahan permukiman kumuh di Kota Samarinda. Untuk mengurangi kawasan kumuh ini, Samarinda meresmikan program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *