Bagikan 👇

Timesnusantara.com – Samarinda.

Semakin berkembangnya suatu daerah, lahan kosong untuk meresapkan air secara alami akan semakin berkurang.

Permukaan tanah tertutup oleh beton dan aspal. Hal ini akan menambah kelebihan air yang tidak terbuang. Kelebihan air ini jika tidak dapat dialirkan akan menyebabkan genangan.

Saluran drainase jalan raya berfungsi untuk mengalirkan air yang dapat mengganggu pengguna jalan, sehingga badan jalan harus tetap kering.

Ketua Komisi III DPRD Samarinda Angkasa Jaya Djoerani menuturkan, Samarinda sendiri hanya pintar membangun tanpa memperhatikan perawatan saluran drainase yang ada.

Menurutnya, anggaran yang dialokasikan untuk merawat saluran drainase di Kota Tepian ini hanya diberikan secukupnya. Sehingga perlunya anggaran yang besar agar bisa merawat saluran drainase.

“Jadi banyak masalah perawatan drainase yang kurang, saya gak tau kenapa disitu pembiayaannya sedikit sekali,” ungkapnya saat ditemui awak media.

Ia mendapati dibeberapa titik di Kota Samarinda masih minim perawatan saluran drainase, padahal menurutnya sedimentasinya sudah cukup tinggi.

“Seandainya dilakukan pengerokan segala macam. Didepan scp itu disitu ada parit yang menuju kesungai mahakam ternyata buntu karena pasir,” ucapnya.

Tak dipungkiri, Angkasa melihat dari segi pembangunan drainase yang baik dan besar, Ia mengapresiasi hal tersebut.

Ia mendukung langkah Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda dalam mengurangi permasalahan banjir yang ada di Kota Tepian ini.

” saya mengapresiasi sudah mengurangi durasi air tergenang akan tetapi belum tuntas, jadi kita belum bangga dulu, mudahan 2024 nanti bisa tuntas semua,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *