Timesnusantara.com – Samarinda.
Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Kota Samarinda perlu ditingkatkan guna mewujudkan kemandirian daerah serta menyediakan sumber pembiayaan untuk pembangunan.
Sektor parkir menjadi salah satu jenis usaha daerah yang dapat menambah PAD di Kota Samarinda, sehingga persoalan parkir di Kota Tepian yang sampai saat ini belum tuntas perlu disorot.
Fuad Fakhruddin Ketua Komisi II DPRD Samarinda menanggapi hal tersebut, dikatakannya bahwa dari hasil yang telah dijalankan saat ini PAD dalam sektor parkir belum maksimal.
“Nah dishub kemarin sudah mengusulkan untuk penambahan anggaran, sudah direalisasikan untuk penambahan anggarannya, sehingga saya tekankan itu,” ungkapnya saat ditemui awak media.
Menurut Fuad sapaan akrabnya, penambahan anggaran yang diusulkan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Samarinda tidak sesuai harapan dengan PAD tahun lalu yang belum maksimal dalam sektor parkir.
Sehingga Ia dorong agar peningkatan PAD dari sektor parkir ini maksimal pada tahun 2023 dan sesuai dengan anggaran yang dikeluarkan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda.
Fuad mendapat informasi dari Dishub, bahwasannya penambahan anggaran yang diusulkan oleh Dishub sendiri itu akan memperluas sarana titik parkir yang dikelola oleh mereka, yaitu E-Parking.
“Inshallah nanti ada 60 titik yang disampaikan dishub itu sarana parkir, yaitu e-parking yang dipungut melalui sistem e-money atau uang elektronik,” ungkapnya.
Agar harapan Dishub dalam upaya peningkatan PAD menjadi maksimal, Fuad memberi saran dalam pembayaran tarif parkir tak perlu menggunakan uang tunai lagi.
“Maka yang tidak mempunyai kartu non-tunai mereka dilarang parkir, kalau mereka tidak punya dilarang parkir. Supaya ini maksimal, karena jika itu dibiarkan pasti nanti ada muncul lagi oknum,” pungkasnya.
