Timesnusantara.com – KUKAR.
Pemerintah Kutai Kartanegara menggelar Pekan Inovasi dan Kreativitas tingkat Kabupaten Kukar tahun 2023, dengan melibatkan 7 kategori peserta, yakni Organisasi Perangkat Daerah, Rumah Sakit Umum Daerah, Kecamatan, Kelurahan/Desa, BUMDes, Puskesmas, serta sector pendidikan, petani dan nelayan, penyandang Disabilitas, mahasiswa dan pemuda.
Kegiatan tersebut dibuka Bupati Edi Damansyah, diruang serbaguna kantor Bupati, Rabu (11/10/2023).
Bupati Edi Damansyah dalam kesempatan itu mengatakan bahwa penyelenggaraan Pekan Inovasi dan Kreativitas mengusung tema “Inovasi dan Kreativitas Untuk Akselerasi Wujudkan KUKAR IDAMAN”.
“Ini adalah bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Kukar untuk mempercepat pencapaian target pembangunan daerah yang telah diatur dalam RPJMD, termasuk penguatan pembangunan berbasis riset dan inovasi.”paparnya.
Inovasi dan Kreativitas dalam Pekan Inovasi ini bertujuan untuk merangsang ide-ide inovatif dan kreatif dari berbagai pihak, serta memperkuat pembangunan berbasis riset dan inovasi untuk mencapai tujuan Kukar yang lebih inovatif, berdaya saing, dan mandiri.
“Lebih lanjut, Pekan Inovasi dan Kreativitas juga bertujuan untuk mendorong adopsi gerakan “Satu Instansi Satu Inovasi” (One Agency One Innovation), yang mewajibkan setiap Perangkat Daerah atau Unit Kerja untuk menghasilkan setidaknya satu inovasi pelayanan publik setiap tahunnya. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik dan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah Kabupaten Kukar.”paparnya.
Sementara itu Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Kutai Kartanegara (Kukar), Maman Setyawan, mencatat bahwa target Indeks Inovasi Daerah Kukar untuk tahun 2023 melampaui target dari 47,12, kini sudah mencapai 58,53. Dengan ini Kabupaten Kukar tahun 2023 hampir mencapai predikat Sangat Inovatif dalam Indeks Inovasi Daerah.
Maman menjelaskan bahwa, Indeks Inovasi Daerah adalah alat pengukuran yang digunakan untuk menilai tingkat inovasi dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah.
“Terdapat tiga kategori dalam indeks ini, yaitu Kurang Inovatif (0,01-29,99), Inovatif (30,00-59,99), dan Sangat Inovatif (60,00-100,00).” katanya.
