Bagikan 👇

Timesnusantara.com – KUKAR.
Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Kutai Kartanegara menargetkan sampai akhir 2023 nanti, sebanyak 50 desa di Kukar teraliri air bersih. Upaya yang dilakukan Disperkim adalah dengan membangun sistem penyediaan air minum (SPAM) di desa.

“Pembangunan SPAM kita lakukan disejumlah desa, dengan kapasitas 2,5 liter/detik, termasuk jaringan pipa. Program ini sebagai upaya dalam mendukung Pamsimas, dengan target ada sekitar 50 desa nantinya bisa teraliri air bersih” kata Muhammad Aidil, Plt Kepala Disperkim Kukar, Rabu (18/10/2023).

Sampai saat ini, kata Muhammad Aidil baru 20 desa yang sudah selesai dalam pembangunan SPAM dan Instalasi Pengolahan Air (IPA) selebihnya akan dituntaskan pada anggaran perubahan, sehingga target 50 desa nantinya dipastikan akan bisa selesai akhir tahun ini.

“Anggaran yang dialokasikan kisaran Rp100 miliar,” tegasnya.

Disebutkannya pembangunan instalasi pengolahan air skala kecil tersebut dilaksanakan di daerah hulu Kukar seperti Desa Tunjungan, Kupang Baru, Rantau Hempang saat ini dalam tahap pembangunan. Kemudian di Desa Benua Baru, Argosari, Kota Koba II, Benua Baru, dab Kadang Ipil.

Kemudian di daerah Tabang seperti di Desa Tukung Ritan, Desa Ritan Baru juga dalam tahap finalisasi, dan Desa Gunung Sari lagi proses untuk persiapan. Karena ada bekerjasama dengan perusahaan PT Bayan Grup dengan dana CSR.

Pihaknya berharap dengan pembangunan SPAM desa, masyarakat yang sudah lama tidak pernah merasakan air bersih bisa merasakan, walaupun mereka tinggal diatas sungai, namun tidak dalam mengolah air bersih.

“Harapan kita, masyarakat bisa merasakan air bersih, sama seperti yang kita rasakan, terutama yang tinggal dikota kota, dan salah satunya tentunya pencegahan angka stunting, sebab salah satu penyebab angka stunting berdasar pengolahan air bersih yang belum dikelola secara baik,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *