Bagikan 👇

Timesnusantara.com- Kalimantan Timur. Anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Timur, Salehuddin, menyoroti pentingnya meningkatkan ketahanan farmasi nasional di Samarinda, Indonesia.

“Sekiranya kedepan ada kerja sama antara Kementerian Kesehatan, Kementerian BUMN, dan industri farmasi lokal agar obat-obat penting bisa diproduksi di Indonesia, termasuk bahan bakunya,” ungkapnya.

Salehuddin mengungkapkan, kurangnya manfaat produksi obat dalam negeri dalam menekan biaya operasional dan potensi pengembangan jamu tradisional.

“Selama ini jamu kurang ditingkatkan pengolahan dan produknya. Padahal, jamu bisa membantu masyarakat kita, terutama petani yang berusaha pada bidang apotek kultural atau herbal,” tuturnya.

Menurut Salehuddin, perlunya peningkatan kelembagaan dan sumber daya manusia di bidang farmasi serta dorongan transformasi kesehatan dari semua pihak, termasuk pemerintah, swasta, dan masyarakat.

“Karena ini tidak hanya menguntungkan dari segi kesehatan masyarakat, tetapi juga dapat memberikan dampak positif pada perekonomian petani penyedia bahan baku obat,” tuturnya.

Diakhir Politikus Partai Golkar itu, menekankan pentingnya mengaktifkan semua instrumen layanan kesehatan, termasuk farmasi, serta mendorong inovasi untuk menekan harga obat-obatan.

“Kita harus inovasi terkait dengan farmasi di Indonesia untuk menekan harga obat-obatan,” pungkasnya,” tutupnya.

Penulis : Nur Faradita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *