Bagikan 👇

Timesnusantara.com- Kalimantan Timur. Anggota DPRD Kaltim, Agus Aras menyoroti, fenomena pasar tumpah yang menjadi keluhan para pedagang di Pasar Induk Sangatta Utara, Kutai Timur.

Menurut Agus, keluhan para pedagang tersebut lantaran munculnya pasar tumpah berdampak pada pengurangan jumlah konsumen di Pasar Induk Sangatta Utara.

“Mengenai persoalan ini perlu kita lihat secara menyeluruh dan utuh. Pasalnya, para pedagang yang berjualan di dalam Pasar Induk Sangatta Utara mengaku adanya pengurangan konsumen yang signifikan padahal fasilitas yang sudah disediakan begitu bagus,” ungkapnya.

Pasar yang berlokasi di Jalan Ilham Maulana, Kecamatan Sangatta Utara, dan memiliki luas kurang lebih 6 hektare ini dapat menampung pembeli dan pedagang dengan lebih teratur.

Karena itu, Agus menyayangkan jika banyak pedagang yang beraktivitas di luar wilayah Pasar Induk dengan hadirnya pasar tumpah itu. Bagaimanapun munculnya pasar tumpah akan mengganggu aktivitas jual beli pedagang maupun kontribusinya terhadap Pendapat Asli Daerah (PAD).

“Pasalnya, hanya pedagang yang berjualan di dalam pasar induk yang berkontribusi terhadap PAD dalam bentuk retribusi. Semetara, pasar tumpah itu kan tidak membayar retribusi dan disana tidak ada PAD,” tuturnya.

Agus juga meminta Pemkab Kutai Timur harus bertindak tegas. Sebab, jika kondisi tersebut dibiarkan terus menerus, dikhawatirkan para pedagang merasa tidak mendapatkan perhatian dari pemerintah.

“Kami berharap kepada Pemkab Kutai Timur melalui OPD terkait untuk mengambil langkah-langkah penertiban pasar tumpah, dengan menyiapkan tempat dan mengajak mereka ke pasar induk. Sebagaimana sejak awal dibangunnya pasar induk itu menampung para pedagang yang melakukan transaksi jual beli,” pungkasnya.

Penulis : Nur Faradita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *