Bagikan 👇

Timesnusantara.com – KUKAR. Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kutai Kartanegara (Kukar) optimis dalam menurunkan angka stunting sebesar 14 persen pada tahun 2024. Upaya ini dilakukan melalui pendampingan kepada keluarga yang berisiko stunting.

Sekretaris DPPKB Kukar, Mastukhah, mengungkapkan bahwa fokus DPPKB terutama pada keluarga yang berisiko stunting, termasuk calon pasangan suami istri, balita di bawah dua tahun, ibu hamil, dan pasca persalinan.

“Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang terdiri dari tenaga kesehatan, PKK, dan Kader KB bertugas memastikan keluarga yang berisiko stunting mendapatkan layanan yang optimal.” ujarnya

Ia menjelaskan, proses pendampingan dimulai dari pendataan keluarga menggunakan Sistem Informasi Pendapatan Keluarga (SIPK) dan Sistem Informasi Keluarga (SIGA) secara nasional, yang kemudian diverifikasi dan divalidasi untuk mengidentifikasi keluarga yang berisiko stunting.

“Lokasi yang berpotensi stunting menjadi sasaran utama pendampingan, dengan data dilaporkan melalui aplikasi Elektronik Siap Nikah dan Hamil (Elsimil), sebuah inovasi dari BKKBN.” jelasnya

Ia menambahkan, berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, Prevalensi Stunting Nasional mengalami penurunan sebesar 0,1% dari tahun sebelumnya, mencapai 21,5%. Meskipun demikian, Prevalensi Stunting di Provinsi Kalimantan Timur, termasuk Kukar, masih berada di atas rata-rata nasional, yaitu sebesar 22,9% pada tahun 2023. Untuk Kabupaten Kutai Kartanegara sendiri, data Prevalensi Stunting tahun 2023 belum diungkapkan.

“Melalui upaya pendampingan ini, kami berharap dapat mencapai target penurunan angka stunting sebesar 14 persen sesuai dengan target nasional. Ini menjadi bagian dari komitmen mereka untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga dan kesehatan masyarakat secara menyeluruh.” tutupnya (Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *