Timesnusantara.com – Kalimantan Timur. Debat Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kalimantan Timur 2024 telah berlangsung di Plenary Hall, GOR Kadrie Oening Sempaja, Samarinda, pada Rabu malam, 23 Oktober 2024. Debat perdana ini bertema penting mengenai kebutuhan rumah layak huni bagi masyarakat.
Sekretaris Putra Putri Mahakam Etam Kaltim (PPMEK), Edwin Derry Mahatma, menyoroti jalannya debat perdana Pilkada Kaltim 2024. Ia menyatakan, sikap calon petahana, Paslon 01, Isran-Hadi, yang dianggapnya terkesan menyepelekan debat dan melanggar etika, terutama dengan mempertanyakan secara mengejek, “Mau jadi gubernur kah?” kepada Paslon 02, Rudy-Seno.
“Sikap semacam itu tidak sepatutnya muncul dalam debat yang seharusnya menjadi ajang untuk mengedukasi publik tentang visi dan misi calon pemimpin,” kata Edwin, Kamis (24/10/24) saat dihubungi oleh tim timesnusantara.com via telfon.
Lebih lanjut, Edwin juga menilai, Paslon 01, Isran-Hadi melanggar aturan yang ditetapkan oleh KPU dengan terlihat menggunakan handphone selama debat berlangsung.
“Ini menunjukkan kurangnya rasa hormat terhadap proses demokrasi yang sedang berjalan,” ujarnya.
Edwin menekankan, pentingnya tindak lanjut dari KPU Kaltim terhadap pelanggaran etika yang terjadi selama debat ini. Menurutnya, hal ini sangat krusial untuk menjaga integritas proses demokrasi dan memastikan penyelenggaraan pemilu berjalan dengan adil.
“Kita berharap ke depan, semua calon dapat menunjukkan etika yang lebih baik dalam setiap kesempatan,” tuturnya.
Disinggung alasan pihaknya mendukung Paslon 02, Rudy-Seno, salah satunya karena paslon tersebut memiliki kelebihan pada sikap tertib dan disiplin mereka saat debat perdana Pilkada Kaltim 2024 ini.
“Pada saat penyampaian visi misi mereka jelas dan mudah dipahami. Berbeda dengan Paslon 01 yang terkesan terburu-buru,” ungkapnya.
Edwin berharap alasan-alasan tersebut, masyarakat dapat mempertimbangkan pilihan mereka dengan bijak.
