Bagikan 👇

Timesnusantara.com – Kalimantan Timur. Dinas Pariwisata (Dispar) Kalimantan Timur (Kaltim) berkomitmen untuk meningkatkan amenitas pariwisata dengan membenahi fasilitas penunjang di berbagai destinasi wisata.

Kepala Dispar Kaltim, Ririn Sari Dewi, menekankan pentingnya pengembangan infrastruktur, termasuk perbaikan akses jalan dan fasilitas umum, guna mendukung kenyamanan wisatawan yang berkunjung.

“Infrastruktur adalah aspek penting dalam pengembangan destinasi pariwisata. Kami bekerja sama dengan PUPR dan Dinas Pariwisata Kabupaten/Kota untuk memperbaiki akses jalan menuju tempat wisata yang sering menjadi kendala utama,” ujar Ririn.

Ririn menjelaskan, aksesibilitas ke beberapa destinasi wisata di pelosok Kaltim masih membutuhkan perhatian serius, terutama di wilayah yang terpencil.

Salah satunya ialah fasilitas pendukung yang terdapat di Taman Borneo masih terbilang kurang memadai oleh sebab itu, salah satu tempat wisata yang terbilang cukup besar ini tutup untuk sementara.

Pihak pengelola menyampaikan bahwa pos informasi akan dimasukkan dalam perencanaan yang akan diperhatikan sehingga bisa memenuhi kebutuhan dan keinginan wisatawan selama berada di objek wisata.

Menurut pihak pengelola, Taman Borneo eks Kebun Raya Samarinda ini membutuhkan perhatian amenitas berkaitan dengan ketersediaan sarana akomodasi untuk menginap serta restoran atau warung untuk makan dan minum, kebutuhan lain yang mungkin juga diinginkan dan diperlukan oleh wisatawan, seperti toilet umum, tempat parkir, tempat pembuangan sampah dan sarana ibadah.

Perlu garis bawahi amenitas bukan merupakan daya tarik bagi wisatawan, namun dengan kurangnya amenitas akan menjadikan wisatawan menghindari destinasi tersebut. Taman Borneo telah menyediakan food court yang berada tepat di titik pusat pengunjung, serta menyediakan toilet umum dan tempat pembuangan sampah yang tersebar dibeberapa titik. Akan tetapi Dinas Pariwisata Kota Samarinda tentunya perlu berperan dalam pengembangan Taman Borneo dengan mendirikan Musholla sebagai sarana ibadah.

Mengenai program CHSE (Cleanliness, Health, Safety and Environmental Sustainability) sebagai penerapan protokol kesehatan pada Taman Borneo saat ini masih belum diterapkan. Program CHSE dapat mendukung strategi pengembangan pariwisata agar pengunjung tetap dapat berwisata dengan nyaman dan aman.

Tentu dengan adanya fasilitas tambahan pada Taman Borneo berkaitan pula dengan kebersihan yang masih perlu diperhatikan, juga terdapat salah satu spot yaitu Tangan Langit terdapat daun-daun kering yang kurang diperhatikan.

Selain itu, terdapat lumut pada tangga menuju spot tersebut. Keamanan pada spot Jembatan Cinta yang dimana pada bagian bawah terdapat kolam kecil, namun tidak adanya pembatas aman atau semacam pegangan bagi pengunjung sehingga dapat membahayakan pengunjung terutama bagi pengunjung yang membawa anak.

Oleh karena itu, perlunya perhatian pemerintah saat ini. Jangan sampai destinasi wisata yang ada di kaltim menjadi kurang peminat hanya karena amenitas yang kurang memadai disemua sektor wisata.

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *