Bagikan 👇

Timesnusantara.com – Kalimantan Timur. Daerah Kalimantan Timur sesungguhnya memiliki kekayaan di bidang warisan budaya baik yang bersifat tangible maupun intangible. Bahkan ditinjau dari periodisasinya warisan budaya yang ada cukup lengkap, baik yang berasal dari jaman prasejarah, peradaban klasik Hindu, Islam, hingga jaman modern.

Pemerintah telah berhasil menginventarisasi 36 buah BCB di Kalimantan Timur, antara lain berupa keraton, candi, gua, masjid kuno, makam, bangunan eks kolonial, dan rumah adat. Demikian pula, Kemenkumham RI telah menetapkan 10 Warisan Budaya Takbenda (WBTb) yang berasal dari Provinsi Kalimantan Timur pada tahun 2019. Karya Budaya Kaltim yang ditetapkan yaitu Genikng, Tari Gong, Kelentangan, Tari Ganjur, Tari Perang Dayak, Suliikng Dewa, Tari Dewa Memanah, Tari Ngerangkau, alat musik Sapeq dan Tari Ngarang.

Jika dicermati bentuk-bentuk warisan budaya yang terdapat di Kaltim ada yang menunjukkan tonggak sejarah peradaban Indonesia yang bernilai luhur dan khas. Oleh sebab itu, warisan budaya tersebut layak untuk dijadikan alternative icon pariwisata bagi Kalimantan timur.

Tujuh Warisan budaya yang dapat dijadikan icon Kalimantan Timur adalah sebagai berikut ini.

  1. Situs Lukisan Gua Prasejarah
    Lukisan gua (rock art) prasejarah ditemukan di kawasan pegunungan Sangkulirang-Mangkalihat. Di situs ini ditemukan gambar purba seperti stensil tangan manusia, hewan, simbol-simbol abstrak, dan motif-motif yang saling berhubungan. Hasil penelitian mutakhir di enam lokasi gua, yaitu Liang Jeriji Saleh, Liang Ham, Liang Karim, Liang Tewet, Liang Banteng, dan Liang Sara dapat diketahui bahwa kawasan ini menyimpan gambar cadas tertua di dunia.
  2. Prasasti Yupa Kutai
    Prasasti Yupa Kutai merupakan warisan budaya peninggalan Kerajaan Kutai berupa 7 buah yupa. Ketujuh Yupa tersebut ditulis dengan aksara Pallawa Awal dalam bahasa Sansekerta yang dikeluarkan oleh Raja Mulawarman. Warisan budaya berupa prasasti ini merupakan bukti tertulis tertua dalam sejarah kebudayaan Indonesia.
  3. Desa Budaya Pampang
    Desa Budaya Pampang merupakan representasi dari budaya etnik Suku Dayak Apokayan. Di kawasan ini dapat dilihat dari dekat tentang rumah adat, tradisi, dan praktik-praktik keagaman Suku Dayak. Setiap tahun, diadakan acara memperingati ulang tahun Desa Pampang, yang disebut dengan nama Pelas Tahun.
  4. Museum Mulawarman
    Museum Mulawarman terletak di Kota Tenggarong, Ibukota Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur. Museum Mulawarman merupakan bangunan istana peninggalan sejarah dari raja-raja Kutai Kartanegara.
  5. Kampung Tenun Samarinda
    Salah satu ciri khas Kota Samarinda adalah kain tenun dengan corak kotak-kotaknya yang indah Sarung Samarinda atau Tajong Samarinda adalah jenis kain tenun tradisional yang proses pembuatannya menggunakan alat tenun non-mekanis yang disebut gedokan. Bahan bakunya menggunakan benang sutra yang khusus didatangkan dari Cina. Sarung Samarinda dibuat dengan berbagai corak, dan setiap coraknya mengandung makna dan filosofi yang berbeda.
  6. Masjid Baitul Muttaqin.
    Masjid Baitul Muttaqin atau dikenal dengan nama Samarinda Islamic Centre, dibangun dengan arsitektur megah dan unik. Bangunan masjid mengadopsi tiga desain luar negeri yang dipadukan dengan corak ornament lokal. Bagian depan, terdapat tujuh gerbang yang konsepnya meniru Masjid Putra Jaya di Malaysia. Bagian atas, terdapat kubah khas masjid-masjid di Turki serta menara utama yang mirip dengan Masjid Nabawi dari Madinah, Arab Saudi. Hiasan masjid didukung oleh ornamen-ornamen khas Suku Dayak Kalimantan Timur.
  7. Masjid Shirothal Mustaqim
    Masjid Shirothal Mustaqim berdiri di sebuah kampung yang disebut “Kampung Masjid” tepanya di Jln. Pangeran Bendahara, Kampung Masjid, Kecamatan Samarinda Seberang, Kota Samarinda. Masjid ini merupakan masjid tertua di kawasan kota Samarinda yang dibangun pada tahun 1881 dengan sebutan “Masjid Jami’.

Provinsi Kalimantan Timur yang akan dijadikan ibukota Negara yang memiliki warisan budaya yang kaya dan bercorak khas. Ada tujuh Warisan budaya yang berpeluang menjadi alternative icon pariwisata Kalimantan Timur, yaitu: situs lukisan gua prasejarah, prasasti yupa Kutai, Desa Budaya Pampang, Museum Samarinda, Kampung Tenun Samarinda, Masjid Baitul Muttaqin, Masjid Shirotal Mustaqim.

Tentu untuk dapat dijadikan icon pariwisata Kalimantan Timur maka warisan budaya tersebut perlu dikembangkan secara terintegrasi. Strategi yang penting untuk dikembangkan adalah searah dengan konsep manajemen sumberdaya budaya, yaitu pemanfaatan warisa budaya demi kelestariannya yang ada di Kaltim.

Ini sesungguhnya telah menjadi gagasan Gubernur Kaltim agar Pemkot Samarinda membuat Perda tentang warisan budaya masa lalu dalam upaya melindungi akan kelestarian warisan budaya.
Perkembangan pembangunan yang dilakukan agar tidak sampai merusak, mengubah maupun menghilangkan warisan budaya masa lalu.

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *