Bagikan 👇

Timesnusantara.com – Kalimantan Timur. Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Timur berkomitmen untuk memperkenalkan dan melestarikan olahraga tradisional, meskipun menghadapi kendala terkait fasilitas latihan yang masih terbatas. Program sosialisasi olahraga tradisional kini difokuskan langsung di sekolah-sekolah, sebagai upaya efektif untuk membangkitkan minat generasi muda terhadap kegiatan ini.

Thomas Alva Edison, Kepala Seksi Olahraga dan Rekreasi Tradisional Dispora Kaltim, menjelaskan bahwa meskipun fasilitas yang diperlukan untuk latihan masih dalam tahap perbaikan, pihaknya terus mencari solusi untuk mendukung keberlanjutan kegiatan ini. Salah satu kendala utama yang dihadapi adalah terbatasnya ruang latihan yang memadai, mengingat banyaknya cabang olahraga yang menggunakan fasilitas yang sama.

“Stadion yang menjadi tempat latihan utama saat ini sedang dalam renovasi, dan kami sedang berupaya mencari tempat latihan sementara yang lebih permanen untuk para instruktur olahraga tradisional,” ujar Thomas.

Selama ini, area sekitar stadion digunakan untuk latihan berbagai jenis olahraga, termasuk olahraga tradisional. Namun, karena tingginya kebutuhan fasilitas untuk cabang olahraga lain, pengaturan jadwal latihan menjadi sangat penting untuk menghindari bentrok.

“Karena fasilitas ini digunakan bersama oleh berbagai cabang olahraga, kami harus mengatur jadwal dengan lebih efisien agar semua kegiatan bisa berjalan lancar,” tambah Thomas.

Dalam upaya mengatasi keterbatasan fasilitas tersebut, Dispora Kaltim kini mengalihkan fokusnya pada pengenalan olahraga tradisional di lingkungan sekolah. Program ini bertujuan untuk mempertahankan budaya olahraga tradisional, meskipun belum didukung dengan fasilitas khusus yang memadai.

“Meski fasilitas terbatas, kami tetap berupaya agar sosialisasi olahraga tradisional bisa berjalan dengan baik di sekolah-sekolah. Harapannya, siswa-siswa dapat terus tertarik dan menjaga kelangsungan budaya olahraga tradisional ini,” jelas Thomas.

Lebih lanjut, Dispora Kaltim berharap meningkatnya minat dari sekolah-sekolah akan mendorong pemerintah dan pihak terkait untuk lebih memperhatikan dan menyediakan fasilitas khusus untuk olahraga tradisional di masa depan.

“Dengan antusiasme yang tinggi dari sekolah-sekolah, kami berharap ini akan mendorong perhatian lebih dari pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya agar fasilitas olahraga tradisional bisa lebih tersedia di masa yang akan datang,” tutup Thomas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *