Bagikan 👇

Timesnusantara.com – Kukar. Dalam rangka meningkatkan kesehatan keluarga, khususnya ibu dan anak, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) telah membentuk 477 Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang tersebar hingga pelosok desa.

TPK ini bertugas memberikan pendampingan khusus kepada keluarga yang berisiko tinggi.

Kepala Bidang Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga (KKK) DP2KB Kukar, Sri Lindawati, menyampaikan bahwa keberadaan TPK adalah langkah strategis untuk memastikan kesehatan keluarga tetap terjaga.

“Kami memiliki 1.371 anggota TPK yang tersebar di desa-desa untuk mendampingi keluarga yang membutuhkan perhatian khusus,” ungkapnya.

Pendampingan TPK difokuskan pada keluarga dengan risiko kesehatan 4T, yaitu ibu yang hamil terlalu muda, terlalu tua, memiliki anak terlalu banyak, atau memiliki jarak antar kehamilan yang terlalu dekat.

“Mereka ditugaskan sebagai konselor, memberikan informasi dan edukasi agar ibu tetap sehat selama masa kehamilan dan menyusui,” jelas Sri.

Selain pendampingan, TPK juga memastikan ibu hamil melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin di fasilitas kesehatan.

“Kita menjamin mereka mendapatkan layanan dari tenaga kesehatan yang berkompeten,” tuturnya.

Sri berharap, melalui peran aktif TPK, kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan ibu dan anak dapat meningkat, sehingga risiko kesehatan dapat diminimalkan.

“Tujuan akhirnya adalah mewujudkan keluarga yang sehat dan terencana di Kukar,” tutupnya. (Adv) yg

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *