Bagikan 👇

Timesnusantara.com – Kukar. Program Kredit Kukar Idaman (KKI) dari Pemkab Kutai Kartanegara menjadi solusi strategis dalam melawan praktik rentenir yang marak di wilayah Kukar.

Dengan bunga nol persen, program ini menawarkan fasilitas kredit hingga Rp50 juta bagi pelaku UMKM, nelayan, petani, dan pemberdaya perikanan.

Asisten III Bidang Administrasi dan Umum Pemkab Kukar, Dafip Haryanto, menegaskan pentingnya KKI dalam membantu masyarakat kecil mendapatkan akses modal yang terjangkau.

“Program ini dirancang untuk memberikan permodalan tanpa bunga, sehingga masyarakat tidak perlu lagi beralih ke rentenir,” ujarnya, Rabu (20/11/2024).

Kata Dafip, hingga Oktober 2024, program ini telah menyalurkan dana sebesar Rp29 miliar kepada 1.452 debitur.

Skema pembayaran kredit juga dibuat fleksibel, disesuaikan dengan siklus panen atau produksi para penerima manfaat. Hal ini dirancang agar pelaku usaha dapat mengelola kredit dengan lebih mudah dan bertanggung jawab.

Dafip juga mengingatkan masyarakat untuk memanfaatkan KKI dengan bijak demi mendukung pengembangan usaha.

“Lebih baik membangun usaha dengan modal dari KKI daripada terjebak bunga tinggi dari rentenir,” tegasnya.

Pemkab Kukar juga terus melakukan sosialisasi program melalui media sosial dan event lokal untuk menjangkau lebih banyak masyarakat.

Dengan pengelolaan yang baik, Dafip berharap program KKI mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat kecil sekaligus memberantas praktik rentenir di Kukar.

“Program ini bukan hanya masalah kreditnya, tetapi juga bagaimana kita membangun ekonomi masyarakat yang lebih baik dan berkelanjutan,” pungkas Dafip. (Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *