Bagikan 👇

Timesnusantara.com – Kalimantan Timur. Maraknya kasus kekerasan dan pelecehan seksual yang menimpa anak-anak di Kalimantan Timur mendapat perhatian serius dari Anggota DPRD Kaltim, Sulasih. Ia menekankan pentingnya pencegahan melalui edukasi yang lebih mendalam, baik bagi anak-anak maupun orang tua, guna menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi generasi muda.

Sulasih mengungkapkan keprihatinannya terhadap meningkatnya jumlah kasus kekerasan seksual, khususnya yang melibatkan anak-anak dan remaja. Menurutnya, masalah ini sudah semakin mendesak dan membutuhkan perhatian lebih dari berbagai pihak, terutama dalam hal penyuluhan kepada masyarakat.

“Pelecehan seksual terhadap anak-anak semakin sering terjadi, ini sangat memprihatinkan. Kita harus memberikan pemahaman yang tepat kepada generasi muda mengenai potensi bahaya ini dan bagaimana cara menghindarinya,” ujar Sulasih.

Sebagai langkah konkret, Sulasih yang juga aktif dalam organisasi Muslimah di Kutai Timur menjelaskan bahwa pihaknya bekerja sama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan psikolog untuk memberikan penyuluhan kepada pelajar, mahasiswa, serta anggota organisasi wanita tentang cara mencegah kekerasan seksual dan memahami penyebabnya. Menurut Sulasih, edukasi sejak dini sangat krusial untuk membekali anak-anak dengan pemahaman tentang batasan tubuh yang tidak boleh dilanggar.

“Kita perlu mengedukasi anak-anak, terutama perempuan, tentang area tubuh yang harus dijaga. Ini bukan hanya soal menjaga diri, tetapi memberi mereka pemahaman yang benar tentang apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan orang lain terhadap mereka,” tambahnya.

Lebih lanjut, Sulasih menekankan pentingnya komunikasi yang intens antara orang tua dan anak. Ia mengingatkan bahwa orang tua harus tidak hanya mengawasi pergaulan anak, tetapi juga mengetahui lebih banyak tentang teman-teman anak, termasuk nomor kontak dan identitas mereka.

“Orang tua harus aktif berkomunikasi dengan anak-anak. Kita harus tahu siapa teman mereka dan memantau kehidupan sosial anak. Keberadaan orang tua yang terlibat dalam kehidupan anak sangat berperan dalam mencegah terjadinya kekerasan,” tegas Sulasih.

Harapannya, dengan adanya program edukasi yang lebih terstruktur dan komunikasi yang baik antara orang tua dan anak, kasus kekerasan seksual terhadap anak di Kalimantan Timur bisa berkurang. Sulasih berharap anak-anak dapat tumbuh dan berkembang dalam lingkungan yang lebih aman dan terlindungi, bebas dari ancaman kekerasan seksual.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *