Bagikan 👇

Timesnusantara.com – Kalimantan Timur. Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur, Subandi, mendesak agar pemerintah daerah segera mengambil langkah nyata untuk mengatasi meningkatnya serangan buaya di wilayah pesisir dan sepanjang sungai, khususnya di Kutai Timur (Kutim) dan Kutai Kartanegara (Kukar). Menurut Subandi, ancaman buaya yang semakin sering terjadi ini mengancam keselamatan warga, terutama di daerah yang dikenal rawan serangan reptil tersebut.

“Serangan buaya yang terus berulang ini sudah memakan korban, termasuk anak-anak. Pemerintah daerah tidak bisa lagi menunda untuk menangani masalah ini dengan serius,” ujar Subandi.

Ia menilai bahwa keluhan masyarakat yang kerap menjadi korban atau saksi serangan buaya seharusnya menjadi prioritas utama pemerintah.

Politisi yang juga berasal dari Kutai Kartanegara itu menekankan pentingnya kolaborasi yang lebih intens antara pemerintah daerah, BKSDA, dan kepolisian dalam menyusun langkah pencegahan yang efektif.

“Kita butuh sinergi yang lebih baik antar instansi terkait agar bisa merancang langkah konkret yang dapat mengurangi risiko serangan buaya ini di masa depan,” jelasnya.

Selain itu, Subandi menyoroti perlunya pemerintah untuk meredakan kepanikan di kalangan masyarakat yang merasa terancam oleh keberadaan buaya di sekitar tempat tinggal mereka. Ia menambahkan bahwa pemerintah harus segera hadir memberikan rasa aman agar warga tidak merasa khawatir saat beraktivitas di luar rumah.

“Jangan sampai ada warga yang takut keluar rumah karena ancaman buaya. Pemerintah harus turun tangan cepat untuk mengatasi ketakutan ini,” ungkapnya.

Sebagai langkah pencegahan, Subandi juga mengusulkan agar ada patroli rutin di daerah-daerah yang rawan serangan buaya, terutama di sepanjang sungai dan kawasan pesisir. Patroli ini dianggapnya penting untuk menjaga agar serangan buaya tidak terjadi lagi.

Untuk solusi jangka panjang, Subandi mengusulkan agar pihak berwenang bekerja sama dengan para ahli satwa untuk mengevakuasi buaya-buaya yang mendekati pemukiman warga.

“Kami berharap buaya yang berada di dekat permukiman warga bisa segera dievakuasi ke tempat yang lebih aman, jauh dari pemukiman. Peran ahli satwa di sini sangat penting dalam menangani situasi ini,” jelas Subandi.

Dengan adanya langkah-langkah preventif yang lebih sistematis dan koordinasi yang lebih baik, Subandi optimistis bahwa serangan buaya dapat diminimalisir dan masyarakat dapat hidup lebih aman tanpa rasa takut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *