Bagikan 👇

Timesnusantara.com – Kalimantan Timur. Wakil Ketua II DPRD Kalimantan Timur, Ananda Emira Moeis, menegaskan bahwa kesiapan sumber daya manusia (SDM) lokal akan menjadi faktor penentu dalam keberhasilan menghadapi dampak pemindahan Ibu Kota Nusantara (IKN) ke Kalimantan Timur.

Menurutnya, masyarakat Kaltim harus dipersiapkan dengan keterampilan yang memadai agar tidak hanya menjadi penonton dalam transformasi besar ini.

Ananda menyoroti potensi besar yang datang dengan pemindahan IKN, namun ia juga mengingatkan bahwa tantangan terbesar adalah mempersiapkan SDM lokal untuk dapat berkompetisi di pasar kerja yang semakin berkembang pesat.

“Pemindahan IKN membawa peluang besar, tetapi apakah masyarakat lokal sudah siap? Mereka perlu keterampilan yang relevan agar dapat berperan aktif dalam pembangunan yang akan terjadi,” jelas Ananda.

Ananda mengusulkan agar pemerintah daerah segera mengambil langkah konkrit dengan menyediakan program pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan sektor-sektor yang berkembang akibat pemindahan IKN. Ia menyarankan pelatihan teknis dan peningkatan kemampuan, termasuk pelatihan bahasa asing, agar masyarakat Kaltim bisa bersaing di pasar tenaga kerja yang semakin beragam.

“Pemerintah harus memastikan bahwa SDM lokal dilatih sesuai dengan kebutuhan proyek-proyek yang terkait dengan IKN. Kami tidak ingin masyarakat Kaltim hanya menjadi penonton,” ujar Ananda, yang merupakan anggota dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P).

Selain itu, Ananda juga menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara pekerja lokal dan pendatang. Walaupun dia membuka peluang bagi tenaga kerja dari luar daerah, Ananda menegaskan bahwa prioritas utama harus tetap diberikan kepada warga Kaltim dalam setiap kesempatan pekerjaan yang tersedia.

“Tentu kami tidak menutup kesempatan untuk pekerja luar, tetapi warga Kaltim harus memiliki keunggulan dan menjadi prioritas dalam setiap proyek yang ada,” tambahnya.

Dengan peningkatan kualitas SDM lokal yang tepat, Ananda percaya bahwa masyarakat Kaltim akan siap memanfaatkan peluang yang datang dengan pemindahan IKN, bersaing di level global, dan menjadi bagian penting dalam pembangunan ibu kota baru.

“Kualitas SDM lokal akan menentukan apakah kita akan menjadi pelaku aktif atau sekadar penonton dalam perkembangan besar ini,” tutup Ananda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *