Bagikan 👇

Timesnusantara.com – Kalimantan Timur. Damayanti, anggota DPRD Kaltim dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), menyoroti tantangan yang dihadapi dalam penerapan Kurikulum Merdeka, terutama terkait dengan peran guru yang menjadi ujung tombak keberhasilan kurikulum tersebut. Ia menyatakan bahwa kualitas dan kesejahteraan guru harus menjadi perhatian utama jika kurikulum ini ingin berjalan efektif.

Menurut Damayanti, meskipun Kurikulum Merdeka memberikan lebih banyak kebebasan bagi siswa untuk mengeksplorasi materi pembelajaran, tantangan terbesar terletak pada kesiapan para pengajar.

“Tanpa bimbingan yang tepat dari guru, kebebasan belajar yang diberikan oleh Kurikulum Merdeka bisa menjadi kurang efektif,” ujarnya.

Ia juga menyoroti masalah ketimpangan insentif antara guru di berbagai jenjang pendidikan. Damayanti merasa prihatin dengan perbedaan besar antara insentif yang diterima oleh guru di PAUD dan SMP dengan guru di SMA dan SMK. Hal ini, menurutnya, berdampak langsung pada motivasi dan kualitas pengajaran yang diberikan kepada siswa.

“Guru-guru di seluruh jenjang pendidikan seharusnya mendapatkan insentif yang lebih adil, sesuai dengan dedikasi dan tanggung jawab mereka,” tegasnya.

Lebih lanjut, Damayanti meminta pemerintah provinsi untuk lebih fokus dalam memperhatikan kesejahteraan guru serta mendukung pengembangan kompetensi mereka.

“Investasi pada kualitas pengajaran dan sumber daya manusia adalah langkah penting untuk menciptakan generasi yang lebih baik di Kaltim,” imbuhnya.

Dengan menekankan pentingnya kesejahteraan dan pengembangan kompetensi guru, Damayanti berharap Kurikulum Merdeka dapat diterapkan secara efektif dan memberikan manfaat yang maksimal bagi kemajuan pendidikan di Kalimantan Timur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *