Bagikan 👇

Timesnusantara.com — Samarinda. Pemerataan akses air bersih di Samarinda masih menjadi tantangan, terutama di Kecamatan Palaran dan Loa Janan Ilir. Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Elnatan Pasambe, menyoroti minimnya jaringan pipa sekunder yang belum menjangkau seluruh permukiman sebagai faktor utama lambatnya distribusi air bersih di kota Samarinda.

Menurutnya, kondisi ini memaksa banyak warga untuk bergantung pada sumur bor atau penyedia air swasta dengan harga yang lebih tinggi.

“Masalahnya bukan pada ketersediaan air, tetapi pengelolaannya. Selain itu, keberadaan pihak swasta yang mengelola air bersih di beberapa daerah juga menjadi tantangan tersendiri,” ujarnya, Sabtu (15/3/2025).

Saat ini, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) hanya dapat melayani rumah tangga yang berada dalam radius 100 meter dari jaringan pipa sekunder.

Jika lebih jauh, tekanan air menjadi lemah dan suplai air bersih pun tidak optimal. Akibatnya, warga di daerah yang belum terjangkau harus mencari sumber air alternatif dengan biaya yang lebih mahal.

Berbagai keluhan mengenai sulitnya akses air bersih terus diterima DPRD Samarinda. Warga mendesak pemerintah segera memperluas jaringan layanan air bersih, terutama di daerah yang selama ini kesulitan mendapatkan pasokan air.

Elnatan menambahkan bahwa kendala utama dalam pemerataan layanan ini adalah keterbatasan anggaran serta belum meratanya jaringan pipa sekunder.

“Kami sering menerima aspirasi masyarakat terkait masalah ini, tetapi solusi tidak bisa instan karena memerlukan perencanaan matang dan dukungan anggaran,” jelasnya.

Sebagai solusi, DPRD Samarinda berkomitmen mengawal realisasi program Wali Kota dalam memperluas akses air bersih.

Salah satu strategi yang dilakukan adalah mendorong tambahan anggaran dari pemerintah pusat serta menggandeng sektor swasta untuk mempercepat pembangunan infrastruktur air bersih.

“Kami akan memastikan program ini berjalan sesuai target. Kolaborasi berbagai pihak sangat penting agar pemerataan akses air bersih di Samarinda bisa segera terwujud,” tutup Elnatan. (R)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *