Bagikan 👇

Timesnusantara.com — Samarinda. Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) menyampaikan permohonan resmi kepada Kementerian Perhubungan RI untuk mengambil alih kewenangan pengelolaan alur Sungai Mahakam. Langkah ini dinilai penting demi menjamin keselamatan infrastruktur strategis sekaligus memperkuat pendapatan daerah.

Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, menyampaikan bahwa usulan tersebut telah dikirim melalui surat resmi yang ditandatangani Gubernur Rudy Mas’ud. Ia berharap proses pembahasan yang kini berlangsung di internal Kemenhub segera membuahkan hasil.

“Setelah pertemuan awal dengan pihak kementerian, sekarang tinggal menunggu tindak lanjutnya. Mudah-mudahan dalam satu atau dua pekan ke depan sudah ada keputusan,” ujarnya, Rabu (7/5/2025).

Menurut Seno, selama ini jalur Sungai Mahakam masih berada dalam pengawasan pemerintah pusat, sehingga potensi kontribusinya terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) belum maksimal. Padahal, ketika terjadi kecelakaan atau kerusakan infrastruktur, dampaknya justru langsung dirasakan oleh daerah.

Ia menyoroti insiden yang baru-baru ini terjadi, ketika sebuah tongkang pengangkut batu bara menabrak Jembatan Mahakam I. Kecelakaan semacam ini bukan hal baru, mengingat jembatan tersebut telah berulang kali menjadi korban benturan kapal.

“Kalau situasi ini terus dibiarkan, bisa membahayakan keselamatan warga serta mengganggu arus distribusi barang dan jasa di Kaltim,” tegasnya.

Sebagai solusi, Pemprov Kaltim juga mengusulkan agar pengelolaan jalur pelayaran Sungai Mahakam dapat dipercayakan kepada badan usaha milik daerah (BUMD). Dengan mekanisme ini, biaya pengolongan jembatan dan aktivitas pelayaran bisa memberikan pemasukan langsung bagi kas daerah.

Tak hanya itu, Pemprov juga ingin agar status Jembatan Mahakam I bisa dialihkan menjadi aset milik daerah. Meskipun masih berstatus sebagai aset nasional, pembiayaan asuransinya sejauh ini dibebankan kepada pemerintah provinsi.

“Kami tidak hanya ingin menjaga infrastruktur tersebut, tapi juga memiliki kewenangan penuh agar bisa memeliharanya secara optimal,” tutup Seno Aji. (R)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *