Bagikan 👇

Timesnusantara.com – KUKAR. Pemkab Kukar menyerahkan sejumlah alat mesin pertanian (Alsintan) kepada Brigadir Pangan di empat Kecamatan diantaranya Kecamatan Marang Kayu, Anggana, Samboja dan Tenggarong.

Penyerahan tersebut berlangsung di Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Balai Benih Induk (BBI) Tanaman Pangan dan Hortikultura Desa Rempanga, Kecamatan Loa Kulu, Selasa (6/5/2025).

Bantuan itu berasal dari Kementerian Pertanian RI berupa, handtraktor roda dua, rotary, pompa dan rotavator unit. Dalam penyerahan bantuan tersebut, dirangkai dengan berdialog bersama Bupati Kukar Edi Damansyah dan Brigadir pangan, dalam memajukan sektor pertanian.

Bupati Kukar Edi Damansyah menyampaikan rasa syukurnya atas terpilihnya Kukar sebagai salah satu lokus program Optimalisasi lahan (Oplah) secara nasional.

“Kita bersyukur bahwa Kukar menjadi salah satu lokus program secara nasional optimalisasi lahan. Dan saya kira program ini harus berhasil dengan baik di Kukar,” ujar Edi Damansyah.

Edi Damansyah juga mengutarakan kekhawatiran mengenai efektivitas penggunaan alsintan yang telah disalurkan. Ia menyoroti perlunya perubahan budaya kerja petani yang selama ini menjadi tantangan dalam berbagai program peningkatan produksi pertanian.

“Selalu muncul pertanyaan di benak saya, apakah peralatan ini bisa benar-benar dimanfaatkan secara optimal oleh kelompok tani. Budaya kerja petani kita bukan tidak bisa diubah, tapi butuh waktu dan proses,” tegasnya.

Pihaknya juga optimis terhadap keberhasilan program ini, terutama karena Brigade Pangan dihimpun dari generasi petani muda yang dinilai lebih adaptif.

“Brigade Pangan ini terdiri dari petani-petani muda yang berada di wilayah lokus program. Ini yang menjadi dorongan optimisme saya,” ujarnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pertanian dan Pertenakan (Tanak) Muhammad Taufik menyampaikan bahwa penyerahan Alat Mesin pertanian ini mencakup 24 Tractor roda 2, 17 Rise Transplenter, 36 Pompa Irigasi dan 5 Rotavator, di 4 kecamatan yakni Samboja, Anggana, Marangkayu dan Tenggarong.

“Keberhasilan ini adalah kerja keras kita semua. Mulai dari desa, kecamatan, hingga kabupaten. Mudah-mudahan capaian ini terus meningkat dan berdampak langsung pada kesejahteraan petani,” sebut Muhammad Taufik. (Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *