Bagikan 👇

Timesnusantara.com – Kukar. Penutupan Piala ASKAB PSSI Kukar 2025 tak sekadar merayakan kemenangan Kecamatan Tenggarong. Lebih dari itu, ajang ini menjadi tonggak baru pembinaan sepak bola lokal yang kini diarahkan ke jenjang lebih tinggi: Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kaltim.

Turnamen yang berlangsung sejak 26 April dan melibatkan enam zona kompetisi ini ditutup Kamis (15/5/2025) di Stadion Rondong Demang. Kecamatan Tenggarong berhasil keluar sebagai juara setelah menaklukkan Muara Badak dengan skor meyakinkan 2-0.

Namun, kemenangan ini bukanlah akhir. Ketua ASKAB PSSI Kukar, Thauhid Afrilian Noor, menegaskan bahwa turnamen ini memang dirancang untuk mencari bibit unggul yang siap dibina ke level provinsi bahkan nasional.

“Kita tidak sekadar cari pemenang. Dari awal, ini adalah panggung seleksi atlet untuk Porprov, dan beberapa akan kita dorong masuk liga profesional,” jelasnya.

ASKAB Kukar pun telah menyiapkan tahap berikutnya berupa pemanggilan pemain terbaik dari tiap zona. Mereka akan digembleng secara khusus untuk memperkuat tim Kukar di ajang Porprov mendatang.

Lebih lanjut, Thauhid menyebut bahwa fokus pembinaan akan diarahkan khusus pada putra daerah. ASKAB Kukar tengah merancang Bupati Cup dengan skema eksklusif hanya untuk pemain lokal.

“Ini soal regenerasi. Kalau dibuka untuk umum, kita kehilangan momen membina anak-anak Kukar sendiri,” tegasnya.

Camat Tenggarong, Sukono, juga menyuarakan harapan serupa. Menurutnya, kemenangan timnya menjadi motivasi tambahan agar para pemain muda tidak berhenti di level kecamatan.

“Mereka harus terus naik kelas. Kami dukung penuh agar anak-anak ini masuk tim Porprov,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kukar, Aji Ali Husni, mengapresiasi turnamen ini sebagai bukti bahwa pembinaan dari akar rumput mulai membuahkan hasil. Ia memastikan dukungan dari pemerintah daerah akan terus diberikan agar ekosistem sepak bola Kukar semakin kokoh.

“Kami dari pemerintah daerah, insya Allah akan terus mendukung pembinaan ini, baik dalam hal pendanaan maupun penyediaan sarana lainnya.” tuturnya.

Dengan berakhirnya Piala ASKAB 2025, proses seleksi baru pun dimulai. Para pemain yang menonjol di setiap zona akan menjadi bagian dari upaya besar membangun masa depan sepak bola Kukar yang berbasis pada kekuatan lokal.

(Adv. R)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *